Senin, 28/11/2011 16:08 WIB

NasDem Terancam Gagal Ikut Pemilu 2014

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Partai baru yang lolos verifikasi awal badan hukum parpol di Kemenkum HAM belum tentu mengikuti pemilu 2014. Karena verifikasi awal yang meloloskan Partai NasDem sudah melampaui batas waktu yang ditetapkan dalam UU.

Batas waktu verifikasi parpol ditetapkan berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Parpol. Parpol peserta pemilu harus selesai diverifikasi 2,5 tahun sebelum pemilu. Sementara saat ini NasDem yang lolos verifikasi awal sudah melewati masa 2,5 tahun sebelum pemilu, ditambah verifikasi peserta pemilu di KPU yang belum dimulai.

"Ya itu konsekuensinya (NasDem terganjal). Penjelasan Kemenkum HAM mereka menambah waktu karena putusan MK. Harusnya Kemenkum HAM memutuskan waktu berdasarkan UU, jadi ini melanggar UU," ujar Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu, Taufik Hidayat, kepada wartawan disela-sela rapat Komisi II DPR dengan Menkum HAM, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2011).

Menurutnya hal ini sepenuhnya kesalahan Kemenkum HAM. Karena melaksanakan verifikasi parpol berdasar putusan MK yang membatalkan sejumlah pasal UU Parpol. Namun Kemenkum HAM tidak cermat karena MK tidak membatalkan batas waktu 2,5 tahun batasan parpol diverifikasi sebelum pemilu.

"Sumber masalah ada di Kemenkum HAM. Kemenkum HAM harus klarifikasi itu di depan masyarakat. Ya itu perkembangan lebih lanjut sejauh mana data yang dimiliki Kemenkum HAM nanti akan kita lihat apa ada jalan keluarnya," tuturnya.

Kemenkum HAM tak mau disalahkan. Menurut Menkum HAM Amir Syamsuddin, semua proses sudah tepat. Kalau ada kegagalan NasDem ikut pemilu itu karena ada verifikasi lanjutan di KPU.

"Kewenangan Kemenkum HAM terkait dengan parpol hanya sebagai pihak yang melahirkan subyek yang berbadan hukum. Terdapat perbedaan antara rezim hukum yang mengatur pendirian badan hukum partai politik yang menjadi kewenangan Kemenkum HAM dan rezim hukum pemilihan umum yang menjadi kewenangan Komisi pemilihan umum," tutur Amir saat dikonfirmasi wartawan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(van/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%