detikcom
Sabtu, 26/11/2011 17:50 WIB

Ratusan Aparat Evakuasi Korban Jembatan Kutai Kartanegara foto

Luhur Hertanto - detikNews
foto: Sapto Anggoro
Jakarta - Seluruh jajaran keamanan Tenggarong dikerahkan untuk operasi tanggap darurat runtuhnya Jembatan Kutai Kertanegara. Masyarakat sekitar pun dikerahkan untuk berpartisipasi membantu mencari korban yang tenggelam dalam Sungai Mahakam.

"Seluruh anggota Brimob Polres dan Kodim sudah berada di lokasi untuk operasi SAR," kata Wakil Bupati Tenggarong, M Gufron Yusuf, kepada detikcom, Sabtu (26/11/2011).

Menurut laporan sementara yang diterimanya, jumlah korban tewas akibat runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (sebelumnyanya ditulis Jembatan Mahakam -red) berjumlah tiga orang. Belum ada kepastian berapa total jumlah korban, sebab operasi pencarian masih berlangsung.

"Warga masyarakat juga membantu pencarian korban di dalam sungai. Waktu kejadian jembatan sedang ramai yang lewat," imbuh Gufron Yusuf.

Dia membenarkan pada saat kejadian sedang berlangsung kegiatan perbaikan badan jalan jembatan. Namun belum dapat dipastikan apakah proses perbaikan tersebut menjadi penyebab runtuhya jembatan sepanjang 1050 meter yang berjuluk Golden Gate di Kalimantan Timur tersebut.

"Untuk penyebabnya kami belum bisa pastikan. Prioritasnya sekarang adalah penyelamatan korban," ujar Gufron.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(lh/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
MustRead close