detikcom

Sabtu, 26/11/2011 13:15 WIB

Konflik Sengketa Lahan, Suasana di Grogol Tegang

Egir Rivki - detikNews
Jakarta - Suasana di kampung Guji, Grogol, Jakarta Barat, sejak pagi ini terasa mencekam. Seratusan orang warga mempersenjatai diri dengan senjata tajam seadanya untuk membendung sekelompok anggota organisasi masyarakat yang dikerahkan untuk membebaskan lahan yang menjadi tempat tinggal mereka.

"Warga bersiap dengan golok, parang, bambu runcing dan sebagainya," ujar Onal salah seorang warga, Sabtu (26/11/2011).

Menurutnya, para warga sedang bersiaga mengantisipasi serbuan dua kelompok ormas yang dikerahkan pihak tertentu terkait kasus sengketa kepemilihan lahan Kampung Guji, Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat. Lahan yang dipermasalahakan adalah aset milik Pertamina yang membentang dari belakang Pasar Patra di Jl Patra Jaya hingga samping Univertas Esa Unggul.

"Warga sudah puluhan tahun tinggal di situ, memang tidak ada yang pegang sertifikat. Hanya surat girik dan kwitansi pembayaran PBB, tapi ya nggak mungkin dong disuruh pergi begitu saja," ujar Onal.

Massa ormas yang bersiap untuk mengosongkan lahan, menurutnya sedang berada di seputaran Mall Ciputra, Grogol. Dua orang dari mereka yang mencoba menyusup ke barisan warga berhasil diamankan dan kini diserahkan kepada polisi.

"Tadi ada dua orang ormas masuk ke sini langsung kita ringkus," ujar Onal sembari menambahkan bahwa aparat kepolisian dan koramil setempat juga telah disiagakan untuk mencegah terjadinya bentrokan.


Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
68%
Kontra
32%
MustRead close