detikcom
Sabtu, 26/11/2011 05:42 WIB

Korban Antrean Blackberry 'Murah' Dampak Imaji Kepuasan

Anes Saputra - detikNews
Jakarta - Banyaknya korban pada antrean Blackberry 'murah' di Pacific Place, Jakarta Pusat, dinilai sebagai akibat dari masyarakat yang mengejar kepuasan. Blackberry yang dikejar ribuan orang itu dianggap tidak untuk memenuhi kebutuhan.

"Itu manipulasi imaji dan itu kehebatan iklan. Aku yakin ini bukan kebutuhan tapi kepuasan," ujar sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo, kepada detikcom, Jumat (25/11/11) malam.

Imam menjelaskan imajinasi masyarakat dimainkan untuk mendapatkan kepuasan. Imaji itu merupakan rasa untung dengan mendapatkan sesuatu dengan harga yang murah.

"Jadi, bukan permasalahan gengsi, tetapi rasa untung," tandas Imam.

Sebelumnya diberitakan ribuan orang rela mengantre dari pagi untuk membeli BlackBerry tipe Belagio 9790 dengan harga 'murah'. Kendati pun ratusan Polisi berseragam dan keamanan berjaga serta lima ambulans disiagakan, event promo itu tetap menelan korban di antaranya 3 orang patah tulang dan 90 orang sempat dirawat di ruang medis.


Hanya Gara-gara Menyimpan Foto Pacar, Siswi SMK Tidak Diluluskan Pihak Sekolah. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(anw/anw)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000