detikcom
Jumat, 25/11/2011 10:27 WIB

Demo di Batam Ricuh Lagi, Aparat Tembaki Buruh dengan Peluru Karet foto

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Batam - Ribuan buruh pada hari Jumat ini kembali turun ke jalan untuk mengepung kantor Walikota Batam. Aksi demo lagi-lagi ricuh. Polisi menembaki buruh dengan peluru karet dan gas air mata.

Penembakan ini terjadi pada Jumat (25/11/2011), pukul 09.00 WIB saat ribuan buruh kembali berkonsentrasi di luar kantor Walikota Batam, Jl Engku Putri I, Batam. Tembakan aparat ini terjadi karena buruh mencoba merapat sampai ke batas pagar kantor tersebut.

Gerakan buruh yang mencoba merapat ini lantas dihujani tembakan dengan peluru karet dan tembakan gas air mata oleh polisi. Tembakan itu berasal dari anggota Brimob Polda Kepri yang membuat buruh menjauh dari kantor tersebut. Suara letusan senjata pagi ini kembali menggema di Kota Batam.

"Kita pagi ini tidak ada melakukan tindakan anarkis. Kita hanya ingin minta kepastian soal kenaikan upah kami. Tapi begitu mau merapat saja, polisi sudah duluan menembaki kami," ujar Imron, salah seorang buruh yang dihubungi detikcom.

Kendati polisi masih melakukan penembakan gas air mata, imbuh Imron, membuat buruh menghindar. "Namun bukan berarti kami harus bubar," jelas dia.

Mereka masih menunggu rekan-rekan yang lainnya untuk berkonesentrasi kembali di kantor walikota. Menurut Imron, pagi ini sudah ada sekitar 2 ribu buruh yang merapat ke kantor walikota.

"Kita harapkan teman-teman lainnya hari ini akan bergabung kembali untuk menuntut rekan-rekan kami yang ditahan Polda Kepri," jelas Imron.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nwk/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%