detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 25/11/2011 10:27 WIB

Demo di Batam Ricuh Lagi, Aparat Tembaki Buruh dengan Peluru Karet foto

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Batam - Ribuan buruh pada hari Jumat ini kembali turun ke jalan untuk mengepung kantor Walikota Batam. Aksi demo lagi-lagi ricuh. Polisi menembaki buruh dengan peluru karet dan gas air mata.

Penembakan ini terjadi pada Jumat (25/11/2011), pukul 09.00 WIB saat ribuan buruh kembali berkonsentrasi di luar kantor Walikota Batam, Jl Engku Putri I, Batam. Tembakan aparat ini terjadi karena buruh mencoba merapat sampai ke batas pagar kantor tersebut.

Gerakan buruh yang mencoba merapat ini lantas dihujani tembakan dengan peluru karet dan tembakan gas air mata oleh polisi. Tembakan itu berasal dari anggota Brimob Polda Kepri yang membuat buruh menjauh dari kantor tersebut. Suara letusan senjata pagi ini kembali menggema di Kota Batam.

"Kita pagi ini tidak ada melakukan tindakan anarkis. Kita hanya ingin minta kepastian soal kenaikan upah kami. Tapi begitu mau merapat saja, polisi sudah duluan menembaki kami," ujar Imron, salah seorang buruh yang dihubungi detikcom.

Kendati polisi masih melakukan penembakan gas air mata, imbuh Imron, membuat buruh menghindar. "Namun bukan berarti kami harus bubar," jelas dia.

Mereka masih menunggu rekan-rekan yang lainnya untuk berkonesentrasi kembali di kantor walikota. Menurut Imron, pagi ini sudah ada sekitar 2 ribu buruh yang merapat ke kantor walikota.

"Kita harapkan teman-teman lainnya hari ini akan bergabung kembali untuk menuntut rekan-rekan kami yang ditahan Polda Kepri," jelas Imron.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nwk/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%