Kamis, 24/11/2011 19:02 WIB

2 Siswa STM Boedoet Dikeroyok 20 Pelajar, Satu Tewas

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kasus kekerasan di kalangan pelajar kembali terjadi. Kali ini, dua siswa STM Boedi Oetomo atau biasa disebut Boedoet yang terletak di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat menjadi korban pengeroyokan. Satu di antaranya tewas terkena bacokan senjata tajam.

"Korban tewas bernama Hendrian (16), dia luka bacok di dada kirinya. Dan temannya, Anjar (16) luka di kepala terkena benda tumpul," kata Kanit Reskrim Polsek Gambir Kompol Taufik saat dihubungi wartawan, Kamis (24/11/2011).

Hendrian tewas dalam perjalanan menuju RS Sumber Waras. Sementara Anjar mengalami luka di bagian kepala akibat terkena benda tumpul dan saat ini masih dirawat di RS Sumber Waras.

"Korban luka belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.

Taufik menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, kedua korban baru pulang dari sekolahnya. Hendrian adalah warga Jl Setia Kawan, kawasan Roxymas, Gambir, Jakarta Pusat.

"Mereka berdua naik Kopaja, turun sebelum jembatan Roxy Mas," katanya.

Saat mereka turun, tiba-tiba sekitar 20 pelajar berseragam menghadang mereka. 20 pelajar yang teridentifikasi sebagai siswa STM 5 Kebon Jeruk (Bonjer) itu, tiba-tiba melayangkan senjata tajam ke arah keduanya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
38%
Kontra
62%
MustRead close