Minggu, 20/11/2011 09:23 WIB

SBY & Gillard Bahas Isu Sensitif Indonesia-Australia

Luhur Hertanto - detikNews
Nusa Dua - Presiden SBY dan PM Julia Gillard pagi ini mengadakan pertemuan bilateral. Sejumlah isu sensitif dalam hubungan Indonesia dan Australia akan dicarikan solusinya dalam pertemuan pagi ini.

Pertemuan dimulai pada pukul 09.00 WITA, Minggu (20/11/2011), bertempat di ballroom Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali.

"Kita sesungguhnya punya niat baik membicarakan berbagai isu, termasuk yang sensitif. Kalau itu tidak kita bicarakan, tidak baik," ujar SBY dalam sambutannya.

"Rakyat kita tahu pemimpinnya berkumpul di sini kemudian tidak membicarakan isu yang menjadi permasalahan bersama. Tanpa kita bicarakan, maka tidak ada solusi," sambungnya.

Sebelumnya, SBY menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif Australia dalam East Asia Summit 9. Forum tersebut penting untuk satukan langkah bersama hadapai masalah global demi masa depan kawasan yang lebih baik.

"Hubungan bilateral berkembang baik, tak ada masalah merisaukan atau mengganggu. Meskipun ada isu-isu bilateral yang dibicarakan denan baik sambil terus mencari peluang yang baru," tambah SBY.

Sementara PM Julia Gillar di dalam sambutannya menyampaikan selamat atas bergabungnya Rusia dan AS dalam East Asia Summit. Dia berharap forum ini akan lebih mampu melakukan aksi nyata mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Saya percaya kepemimpinan Bapak akan membawa situasi yang baik di kawasan," ujar Gillard.

Tidak disebutkan juga, apa saja masalah sensitif yang dibicarakan. Namun merujuk perkembangan terkini, setidaknya ada tiga isu penting yang menjadi perhatian Indonesia dan Australia.

Pertama, penambahan jumlah pasukan AS di pangkalan militernya di Darwin, Australia. Dua, pembentukan forum kerja sama perdagangan bebas Trans Pasifik Partnership yang Indonesia tolak.

Tiga, masalah penegakan HAM dan kemerdekaan Papua. Banyak LSM dan politikus di Australia yang hampir setiap tahun mengangkat isu tersebut, walau sikap resmi pemerintahnya adalah mendukung Papua sebagai bagian NKRI.
Usai pertemuan ditandatangani MoU kerja sama mengatasi trans nasional crime. Dokumen MoU ditandangani Kapolri Timur Pradopo dan Komisioner Kepolisan Australia Tony Negus.

Usai pertemuan ditandatangani MoU kerja sama mengatasi trans nasional crime. Dokumen MoU ditandangani Kapolri Timur Pradopo dan Komisioner Kepolisan Australia Tony Negus.
(lh/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Foto Lain

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    68%
    Kontra
    32%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel