Jumat, 18/11/2011 14:57 WIB

Pendemo KTT ASEAN di Denpasar Dihadang Polisi

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Aksi unjuk rasa menentang KTT ASEAN ke-19 diwarnai aksi kejar-kejaran antara polisi dan demonstran. Aksi digelar oleh puluhan orang dari berbagai elemen yang tergabung dalam ARDAM (Aliansi untuk Demokrasi dan HAM).

Demonstran menggelar aksi di depan Konjen AS, Jl Hayam Wuruk, Konjen Jepang dan Monumen Bajra Sandi, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Jumat (18/11/2011). Awalnya, demonstran menggelar aksi di Monumen Bajra Sandi. Mereka berorasi menentang pelaksanaan KTT ASEAN.

"KTT ASEAN tak bermanfaat bagi Indonesia karena tak memperjuangkan kepentingan nasional. Bubarkan saja KTT ASEAN," kata salah seorang demonstran dalam orasinya.

Demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan melakukan long march ke Konjen AS. Nah, aksi di Konjen AS berlangsung seru. Para demonstran dihadang polisi.

Terjadi aksi saling dorong antara mereka dengan polisi. Bahkan, beberapa demonstran dikejar dan ditangkap. Tak berselang lama, mereka kembali dibebaskan aparat.

Setelah kocar-kacir, demonstran mengalihkan aksinya ke Konjen Jepang yang lokasinya tak jauh dari Konjen AS.

(gds/fay)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel