detikcom
Jumat, 18/11/2011 12:49 WIB

SK Gubernur DKI Terbit, Tarif Kopaja AC Resmi Rp 5 Ribu

Lia Harahap - detikNews
Jakarta - Pengelola Kopaja AC boleh bernafas lega dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI tentang Tarif Angkutan Umum Bus Sedang Non-Ekonomi. Dalam SK tersebut, diputuskan bahwa tarif Kopaja AC dengan nomor S-13 jurusan Ragunan-Grogol tersebut sebesar Rp 5 ribu.

"Ya benar sudah keluar SK-nya," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, di Jakarta, Jumat (18/11/2011).

Pristono mengatakan, SK tersebut sudah keluar sejak 2 minggu lalu tepatnya tanggal 7 November. Dengan penerapan tarif ini, Dishub berharap pengelola semakin serius mengelola Kopaja AC. Dengan demikian peningkatan kualitas pelayanan dapat dirasakan penumpang.

"Dengan kenaikan tarif ini, Kopaja AC sudah bisa berinvestasi untuk terus meningkatkan kualitas. Sehingga tidak ada alasan lagi kurang biaya untuk operasional dan perawatan armada Kopaja AC," sambungnya.

Pristono mengakui tarif terdahulu yakni Rp 2 ribu belum cukup untuk biaya perawatan. Dengan adanya kenaikan ini diharapkan pengelola tidak lagi mengalami kerugian.

"Dulu kalau cuma Rp 2 ribu memang kurang. Lama-lama mereka bisa rugi. Jadi kami setuju mereka ajukan kenaikan tarif," tambahnya.

Kopaja AC sudah diluncurkan sejak 29 Juli 2011. Selama tahap ujicoba, Kopaja AC memiliki tarif Rp 2 ribu. Namun karena alasan operasional, pihak pengelola Kopaja mengajukan kenaikan tarif sebesar Rp 6 ribu dan akhirnya disepakati sebesar Rp 5 ribu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(lia/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%