detikcom
Jumat, 18/11/2011 11:52 WIB

Massa Rizal Ramli Bubar, Lalin di Depan KPK Kembali Lancar

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan massa bawaan mantan Menteri Ekonomi era Megawati, Rizal Ramli sempat menutup jalur lambat di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Namun pada pukul 11.20 WIB, aksi sudah selesai. Lalu lintas kembali lancar.

Pantauan detikcom, Jumat (18/11/2011), aksi ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ratusan massa yang membawa atribut anti Boediono dan Sri Mulyani serempak menyanyi lalu membubarkan diri.

Rizal Ramli memberikan komando pada anak buahnya agar meninggalkan jalanan dan membersihkan sampah yang berserakan. Sementara, perwakilan dari massa dan 5 pria bertubuh pendek menemui pihak KPK untuk menyampaikan aduan.

"Ini kami serahkan sebagai simbol supaya KPK lebih berani," kata Rizal.

Sebelumnya, aksi ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Massa menutup jalur lambat hingga membuat arus lalu lintas dari Menteng ke arah Kuningan tersendat.

Sempat terjadi kericuhan kecil saat 8 pendemo mencoba masuk ke dalam gedung KPK. Namun mereka berhasil diusir petugas keamanan tak lama kemudian.

(mad/gun)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel