Jumat, 18/11/2011 06:43 WIB

Truk Tabrak Bus di Tol Cibitung

Mohammad Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Sebuah truk berjenis cargo menabrak sebuah bus di jalan Tol Cikarang Barat. Kecelakaan ini tepatnya terjadi pada Km 24 dari arah Cikampek menuju Jakarta.

"Ya benar ada kecelakaan di Tol Cikarang Barat. Petugas kami sedang melakukan pengecekan di lapangan," ujar petugas Jasa Marga Traffic Information Center, Idham, ketika dihubungi detikcom, Jumat (18/11/2011).

Sejauh ini belum diketahui adanya korban yang diakibatkan oleh kecelakaan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan tersebut membuat lalu lintas dari Cibitung menuju Cikampek tersendat.

"Imbas kecelakaan beruntun di Km 23 Tol Cibitung (arah Cikampek), lalu lintas padat mulai dari Km 22" demikian tertulis di twitter resmi milik TMC Polda Metro Jaya.

Sementara, di Tol Taman Mini arah Cibubur sebuah truck box terbalik. Belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kejadian ini kemungkinan menimbulkan kemacetan di ruas tol tersebut tersebut.

"Ada truk terbalik. Tapi kita belum dapat laporan lengkap. Kemungkinan ada kemacetan di ruas jalan tersebut," ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Briptu Adi Kurniawan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
79%
Kontra
21%