Detik.com News
Detik.com

Jumat, 18/11/2011 00:02 WIB

Duh! Buku Paket Pancasila Salah Ketik Beredar di Bantul

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Buku paket ajar Pendidikan Karakter Bangsa yang berjudul 'Pancasila Dasar Negaraku, Bhineka Tunggal Ika Semangatku' yang beredar di sekolah dasar (SD) di Bantul, Yogyakarta ternyata terdapat salah ketik. Kesalahan tersebut dinilai sangat fatal, karena yang salah mengenai Pancasila.

Menurut anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno, buku tersebut ditulis Valentina Rian Prastiwi dari Kementerian Pendidikan Nasional.

"Pengajaran Pendidikan Pancasila yang salah tentunya sangat membahayakan bagi masa depan bangsa dan negara khususnya bagi generasi penerus. Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara dalam penyampaiannya tidak boleh diubah-ubah karena sama saja merubah dasar negara," ujar Puti dalam siaran persnya kepada wartawan, Kamis (17/11/2011).

Kesalahan buku acuan terbitan Nobel Edumedia tahun 2010 ini, terdapat di halaman 9,10, 24 dan 35, yang dalam buku tersebut tertulis sila keempat Pancasila adalah

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam Permusyawaratan Perwakilan

Padahal secara eksplisit teks yang benar adalah

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

"Mendesak pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk lebih serius dan selektif dalam meloloskan buku ajar terutama yang berkaitan dengan hal fundamental bagi eksistensi negara seperti pelajaran dasar negara Pancasila," terang politisi PDIP ini.

Puti juga meminta Kemendikbud RI memberikan sanksi kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) yang telah lalai dalam menjalankan fungsinya untuk mengukur standar kelayakan buku ajar. Kemendikbud juga diminta memberi sanksi kepada penerbit yang bersangkutan.

"Kemendikbud agar segera menarik buku paket ajar Pendidikan Karakter Bangsa yang berjudul "Pancasila Dasar Negaraku, Bhineka Tunggal Ika Semangatku" yang memuat kesalahan tersebut dari peredaran," imbuhnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(her/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%