Kamis, 17/11/2011 16:42 WIB

Sidang Surat Palsu MK

Arsyad Bersaksi, Adu Mulut Dengan Pengacara Hasan Tak Terhindarkan

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Mantan Hakim Konstitusi, Arsyad Sanusi, dihadirkan sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pemalsuan surat MK, dengan terdakwa, mantan Staf Panggil MK Mashyuri Hasan. Selama persidangan, Arsyad berdebat dengan pengacara Hasan.

Arsyad yang mengenakan stelan jas berwarna hitam, celana bahan berwarna hitam, dan kemeja putih, dihadirkan ke dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pukul 13.30 WIB.

Dalam sidang yang diketuai oleh Hakim Herdi Agusten ini, mantan Hakim Konstitusi ini, akhirnya emosi saat dicecar oleh pengacara. Apalagi, pengacara menanyakan siapakah Neshawati.

"Loh, Neshawati itu anak saya. Kok nanya kenal atau tidak," jawab Arsyad yang disambut tawa pengunjung sidang di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Kamis, (17/11/2011).

Arsyad juga nampak tidak suka ketika ditanyakan kedekatan dengan Andi Nurpati. Apalagi saat perayan ulang tahun MK, Andi Nurpati salat di ruang kerja Arsyad.

"Dia itu teman saya. Dari Bugis, Makassar. Wajar sebagai pejabat mempersilahkan masuk. Apalagi mau numpang salat," tandas Arsyad. Adu mulut ini lalu ditengahi oleh Ketua Majelis Hakim.

Selain berbagai pertanyaan diatas, Arsyad juga dicecar seputar putusan MK dalam sengketa kursi Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I. Pertemuan antara dirinya dengan pihak berperkara di kediamannya dan pertemuan Andi Nurpati juga ditanyakan.

Namun ketika diklarifikasi mengenai surat penjelasan MK terhadap putusan MK dalam sengketa kursi Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I, pada tanggal 14 Agustus 2009, yang disebut palsu, dan tanggal 17 Agustus 2009, yang asli, Arsyad, mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya tidak tahu, tidak pernah saya liat surat KPU, tak pernah saya melihat surat jawaban MK itu baik yang tanggal 14 atau 17," tuturnya.

Selain Arsyad, hari ini Kejari Jakpus, juga menghadirkan saksi lainnya dalam sidang, yaitu mantan Komisioner KPU, Andi Nurpati, dan Neshawati, yang merupakan putri dari Arsyad.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%