detikcom
Kamis, 17/11/2011 11:56 WIB

Depresi, Pemuda Nekat Gantung Diri di Mistar Gawang

Parwito - detikNews
Foto: Parwito/detikcom
Magelang - Diduga karena depresi akibat rumah tangga orang tuanya berantakan, Andia Ariyanto (23) warga Kampung Gintung, Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Perbuatan nekat tersebut dia lakukan di mistar gawang Kompleks Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Soeroyo Kota Magelang.

Infomasi yang dihimpun detikcom, Kamis (17/11/2011) sekitar pukul 06.00 WIB belasan warga sekitar RSJ Prof Dr Soeroyo dikejutkan dengan adanya seorang yang tergeletak di bawah gawang sebelah utara lapangan sepakbola bagian belakang rumah sakit yang berada di Jalan Raya Semarang-Magelang.

"Saya sekitar pukul 05.00 WIB melihat ada seorang laki-laki tergeletak di bawah gawang di sebelah lor (utara). Saya dekati ternyata ada tubuh seorang pemuda tergeletak dan membujur kaku di bawah gawang," tegas Ahmadi, salah seorang warga saat ditemui detikcom di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat ditemukan, di leher korban sudah terlilit seutas tambang sepanjang kurang lebih tiga meter dan dalam keadaan putus. Sementara di atas mistar gawang terdapat sisa putus tambang sekitar 15 sentimeter. Dugaan kuat korban nekat mengahiri hidup dengan cara gantung diri di mistar gawang.

Ahmadi lalu melaporkan kejadian itu ke keamanan rumah sakit dan langsung diteruskan ke polisi. Polisi begitu datang ke TKP langsung melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap jasad korban.

Salah seorang anggota keluarga korban yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan korban memang sudah sekitar satu tahun mengalami depresi. Pasalnya keluarganya merupakan keluarga broken home (berantakan). Korban sudah sebanyak tiga kali ditinggal ibunya menikah.

"Ayah tirinya tiga. Sejak saat itu keponakan saya sering melamun dan dia tinggal bersama neneknya di sebelah rumah saya. Sudah kami periksakan ke dokter sebelumnya," jelas keluarga korban itu.

Dokter Puskesmas Magelang Utara, Susrini Rangkai Sari, kepada detikcom menyatakan korban mengalami gagal pernafasan disebabkan jeratan tali. Sehingga nyawa korban tidak tertolong karena gantung diri di mistar gawang sekitar 2-6 jam sebelumnya.

"Matanya mengeluarkan darah karena aliran darang tidak dapat berjalan lancar sehingga di bagian mata dan telinga terjadi pendarahan," ungkap Susirini.

Kapolres Kota Magelang AKBP Tjuk Winarko menyatakan kasus ini merupakan kasus bunuh diri. Diduga akibat depresi korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di mistar gawang.

Korban melakukan bunuh diri pada pagi dini hari setelah melompat tembok pemisah antara lapangan dan lingkungan kampung sekitar korban tinggal.

"Kita pastikan kasus ini merupakan kasus gantung diri. Sebab ditemukan ciri-cirinya di antaranya keluarnya air mani," tegas Tjuk Winarko.

Usai dilakukan identifikasi terhadap korban jenasah korban lalu langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Siang ini menurut rencana jenazah korban akan langsung dimakamkan.

(anw/anw)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel