detikcom
Selasa, 15/11/2011 20:40 WIB

Ini Motif Syaripudin Publikasikan Video 'Kerasnya' Rutan Salemba

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 4
Jakarta - Syaripudin S Pane, eks napi yang tersandung perkara pemalsuan dokumen dan sempat mendekan di Rutan Salemba merekam aktivitas di balik tembok penjara. Apa yang didapatnya itu kemudian dibuka terang benderang ke publik. Siapa sebenarnya Syaripudin?

4 bulan mendekam di Rutan Salemba, Syaripudin mengaku merupakan bagian dari penghuni 'spesial'. Dia menempati Blok K, blok khusus koruptor dan orang berduit, yang memiliki bandrol Ro 30 juta untuk setiap hunian, dan pembayaran rutin per bulan Rp 1,250 juta.

"Uang bulanan itu untuk biaya kebersihan, keamanan, dan listrik," kata Syaripudin saat ditemui di kediamannya, Senin (14/11).

Dia mengaku tidak membayar penuh Rp 30 juta. Dia hanya membayar Rp 10 juta yang dibagi dua, Rp 5 juta untuk pejabat Rutan dan Rp 5 juta untuk manajer hotel. Setiap kamar dihuni satu orang napi. Gambar diabadikan ketika dirinya akan melenggang keluar Rutan Salemba. Fasilitas itu dia dapatkan atas relasi kekerabatan yang dimilikinya.

Selama menghuni 'Prodeo VIP' di Salemba, Syarifudin tinggal satu blok dengan Said Agil Husin Al Munawar, Mantan Menteri Agama era Presiden Megawati yang terlilit kasus Dana Abadi umat (DAU), Nurdin Halid, dan beberapa napi kasus korupsi lainnya.

Gambaran yang didapat Syaripudin, Said Agil menempati kamar no 01, Blok K. Melongok ke dalam penjara, kulkas, ac, dispenser, televisi dan kitchen set tersedia di dalam kamar mantan pejabat negara itu.

Blok super mewah di tengah komplek Rutan Salemba itu, kata Syaripudin, kini sudah tidak ada. Blok tersebut terkena pembangunan Lapas Kelas 2A Salemba. Para penghuni di blok tersebut direlokasi ke ruangan yang biasa digunakan karyawan dan staf Rutan Salemba.Next

Halaman 1 2 3 4

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%