detikcom
Selasa, 15/11/2011 19:42 WIB

Jelang KTT ASEAN

Laskar Bali Siap Hadang HTI Jika Tolak Obama

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Hizbut Thahrir Indonesia (HTI) bakal berunjuk rasa ke Bali menolak ke datangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Organisasi massa (Ormas) Laskar Bali siap menghadang aksi HTI tersebut.

"Kalau terjadi aksi demo tolak Obama, kami siap terdepan menghadang mereka," kata Sekjen DPP Laskar Bali I Ketut Rohineng di Warung Be Pasih, Jl Pemuda, Denpasar, Selasa (15/11/2011).

Dukungan serupa juga disampaikan dua Ormas di Bali, yaitu Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu, dan Fosad.

Kesiapan ormas tersebut menghadag aksi yang menolak kedatangan Obama pada KTT ASEAN disampaikan usai bertemu dengan Kapengdam IX Udayana Kolonel ARM Wing Handoko.

Laskar Bali menyatakan siap melawan aksi massa yang akan demonstrasi menolak KTT ASEAN dan menentang kedatangan Obama ke Bali.

"Kami bangga Bali mendapat kepercayaan dunia untuk menjadi tuan rumah KTT ASEAN. Untuk iitu, kami siap melawan upaya-upaya yang menggagalkan dan menolak KTT," kata Rohineng.

Sementara itu, Kapendam Handoko menyatakan telah mendapatkan informasi tentang aksi massa yang akan berdemonstrasi ke Bali.

"Sudah ada berita, ada ormas yang menolak KTT ASEAN. Itu sah-sah saja semasih di luar Bali. Selama tidak ganggu KTT ASEAN secara nyata, silahkan saja," katanya.

TNI pun menyambut baik reaksi ormas di Bali yang ikut mengamankan penyelenggaraan KTT ASEAN. "Terima kasih atas aspirasi ormas di Bali yang dengan sukarela ingin membantu kita mengamankan KTT ASEAN," ujarnya.

Ia pun menjamin tak akan ada gesekan antar masyarakat yang menyampaikan aspirasi yang berbeda di Bali.

(gds/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel