Selasa, 15/11/2011 17:26 WIB

Kolom

Ramalan Intelijen dan Ramalan Jayabaya Presiden 2014

Prayitno Ramelan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Ramalan intelijen adalah sebuah forecast yang dibuat berdasarkan fakta-fakta masa lalu (the past) yang dijadikan dasar atau disebut basic descriptive intelligence, dikaitkan dengan fakta-fakta masa kini (the present). Kemudian bisa dibuat sebuah ramalan untuk masa depan yang berbentuk sebuah perkiraan (the future). Keseluruhan informasi tersebut telah melalui sebuah prosedur penilaian atau analisa.

Beberapa waktu lalu, penulis bertemu dan berbincang dengan Ibu Megawati yang akrab dipanggil bu Mega di kediamannya Jl Tengku Umar. Pertemuan terjadi karena penulis diminta seorang teman yang mempunyai hubungan dekat dengan Ibu Megawati untuk bertemu dengan beliau. Setelah penulis menanyakan inti pertemuan, disampaikan terkait dengan artikel yang penulis buat pada 11 Juni 2011 dengan judul Capres terkuat 2014 ( http://ramalanintelijen.net/?p=1832 ), di mana menurut penulis Megawati masih berpeluang besar menjadi presiden pada 2014.

Ramalan disusun dengan dasar pemikiran intelijen pada artikel tersebut, di mana penulis melakukan penelitian sejak tahun 2004. Pada pilpres 2004 pasangan yang maju ke putaran kedua (20 September 2004) adalah pasangan Megawati-Hasyim Muzadi yang mendapat 39,38% suara, dikalahkan oleh pasangan SBY-JK yang mendapat dukungan 60,62%. Pada pilpres 2009, hasil dari pilpres langsung, Megawati yang berpasangan dengan Prabowo Subijanto mendapat dukungan 26,79%, dikalahkan oleh pasangan SBY-Boediono yang memperoleh 60,80%.

Dari fakta tersebut, yang terlihat jelas adalah Mega telah dua kali menjadi runner-up capres, sementara SBY menang dua kali. Nah yang sangat jelas terlihat pada partai final, kedua calon adalah 'patron' di mana Megawati telah mempunyai pemilih yang solid, sementara SBY mampu menarik konstituen manapun dengan kharismanya. Citra keduanya sebagai patron tidak mampu digoyahkan oleh calon yang masih tanggung ataupun dinilai masyarakat memiliki masalah.

Kemudian penulis membuat beberapa artikel yang berkait dengan pemilu legislatif dan presiden dengan judul: Mengintip Sri Mulyani Sebagai Capres 2014 http://ramalanintelijen.net/?p=2513, Jangan sepelekan Hary Tanoe-Surya Paloh http://ramalanintelijen.net/?p=4165, Megawati, Prabowo dan Aburizal Mulai Menguat http://ramalanintelijen.net/?p=4189, Kenapa Megawati Dilarang Nyapres? http://ramalanintelijen.net/?p=4235.

Penulis menyampaikan hasil pengamatan/penelitian tentang pemilu 2014, dengan dasar beberapa artikel di atas serta artikel-artikel politik lainnya. Pilpres menurut penulis hanya akan dimenangkan oleh mereka yang maju dan sudah menjadi patron, karena budaya paternalistik masih sangat kental disini. Siapa pun yang bukan patron akan sulit menang dalam persaingan yang semakin ketat.

Yang kedua, momentum di mana dengan keteguhan Bu Mega, PDIP menjadi partai bebas, tidak terkontaminasi secara organisasi dengan kasus-kasus korupsi. Yang ketiga, 'brand image' di mana capres harus sudah dikenal luas oleh konstituen. Mega sudah sangat terkenal baik sebagai putri proklamator Soekarno juga mantan presiden dan Ratu Banteng.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(vit/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru Indeks Kolom ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%