Minggu, 13/11/2011 14:11 WIB

Dokter: Bayi Nangis Darah Kemungkinan Pecah Pembuluh Darah

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Muhammad Rehan, bayi yang berusia tiga minggu mengeluarkan tetesan darah ketika menangis kencang. Secara medis, tangisan seseorang tidak mungkin memicu keluarnya darah dari kedua mata. Kemungkinan, ada pembuluh darah yang pecah.

"Menangis darah itu secara medis tidak mungkin. Melalui ilmu anatomi, mata tidak mungkin ada darah yang bisa keluar," tutur dr Raman S Saman SpM SpKM, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (13/10/2011).

Lalu apa penyebab keluarnya darah dari mata Rehan? Raman mengatakan kemungkinan hal itu bisa terjadi jika ada infeksi, kelainan atau pecahnya pembuluh darah di sekitar mata.

"Kemungkinan pecah pembuluh darah yang menyebabkan darah keluar. Tapi itu terjadi karena infeksi atau mungkin kelainan dan benturan, bukan karena tangis," terang dokter yang bekerja di RS Aini Jakarta ini.

Seperti diberitakan, Muhammad Rehan, bayi yang baru berusia tiga minggu mengeluarkan darah dari dua matanya ketika menangis. Kucuran darah keluar ketika Rehan menangis kencang.

"Keluar darahnya ketika menangis kencang. Kalau menangis biasa saja, ya tidak keluar apa-apa. Air mata juga tidak," tutur ibu Rehan, Siti Muamalah ketika ditemui detikcom di rumahnya, di Cikupa, Tangerang, Minggu (13/11).

Sejak lahir pada 21 Oktober 2011 silam, sampai saat ini Rehan telah menangis darah sebanyak empat kali. Siti Muamalah mengatakan awalnya tidak ada yang janggal dengan Rehan yang lahir pada 21 Oktober 2011 lalu. Namun situasi berubah ketika pada 26 Oktober atau lima hari setelah kelahiran.

Rehan yang menangis kencang mengeluarkan kucuran darah dari rongga kedua matanya. Hanya darah yang keluar, tidak ada air mata yang menetes. "Darahnya sampai membasahi baju. Saat itu saya dan suami panik mengapa bisa begini," tutur Siti.

Sempat lega, Siti dan keluarga kembali dibuat kebingungan karena Rehan lagi-lagi meneteskan darah ketika menangis kencang. Siti dan Andri saat ini tinggal menumpang di rumah sederhana milik orang tua Siti, Isha di di Kampung Kadu Sabrang RT 3 RW 2, Cikupa, Tangerang.

Siti dan Andri saat ini tinggal menumpang di rumah sederhana milik orang tua Siti, Isha di Kampung Kadu Sabrang RT 3 RW 2, Cikupa, Tangerang. Mereka sangat memerlukan uluran bantuan. Bagi yang ingin menyumbang bisa mengirim via transfer melalui rekening Bank Mandiri cabang Cikupa Tangerang dengan nomor 155-00-0203-992-6 atas nama Lisnawati, kerabat sekaligus tetangga dari Siti Muamalah.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fjp/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%