detikcom
Jumat, 11/11/2011 13:34 WIB

Bupati Sukoharjo Dukung Perangkat Desa Surati SBY Soal RUU Desa

Muchus Budi R. - detikNews
Foto: Muchus (detikcom)
Sukoharjo - Ratusan perangkat desa di Sukoharjo mendatangi kantor bupati dan kantor DPRD Sukoharjo. Mereka meminta dukungan untuk menyurati Presiden SBY agar pemerintah segera mengirimkan RUU Desa ke DPR. Bupati dan Ketua DPRD Sukoharjo seketika langsung mendukungnya.

Ratusan perangkat desa tersebut semula berkumpul di halaman kantor Bupati Sukoharjo, Jumat (11/11/2011) pagi. Tujuan mereka hendak menemui Bupati Sukoharjo, Wardoyo. Namun staf pemkab mengatakan bupati sedang berada di kantor DPRD.

Selanjutnya mereka beramai-ramai menuju kantor DPRD yang berjarak sekitar 2 km. Ikut serta dalam rombongan itu adalah Budiman Sudjatmiko, anggota Komisi II DPR yang juga menjadi penasehat utama di Persatuan Rakyat Desa Seluruh Nusantara (Parade Nusantara).

Di halaman DPRD, mereka ditemui Bupati Wardoyo dan Ketua DPRD Dwi Jatmoko. Mereka meminta bupati dan ketua DPRD mendukung para perangkat desa, untuk mendesak Presiden SBY agar segera mengirim RUU Desa ke DPR.

Mereka menegaskan pengesahan UU Desa adalah janji SBY menjelang Pilpres saat Kongres Parade Nusantara di Solo tahun 2009 lalu. Namun hingga sekarang janji itu tidak pernah dipenuhi, karena tidak ada tanda-tanda pemerintah berinisiatif mengirimkan RUU Desa ke DPR.

Mendengar desakan itu, Wardoyo dan Dwi Jatmoko seketika langsung mengiyakan untuk memberikan dukungan. Dua politisi asal PDIP itu mengatakan SBY harus memenuhi janji-janjinya.

Wardoyo dan Dwi Jatmoko langsung membubuhkan tanda tangannya dalam surat yang telah disiapkan oleh para perangkat desa. Surat itu selanjutnya akan dikirimkan kepada Presiden SBY untuk menagih janji kampanye.

Pada aksi tersebut, pimpinan Paguyuban Perangkat Desa Sukoharjo, Agus Tri Raharjo, memaparkan para perangkat desa se-Indonesia telah berkali-kali mendesak pemerintah agar segera mengirimkan RUU Desa yang dalam Prolegnas 2010 dan 2011. Namun pemerintah lamban bergerak.

Menurut Agus, jika pemerintah tetap tidak menggubris mereka, para perangkat desa berencana memboikot program e-KTP. Sedangkan dalam orasinya, Budiman Sudjatmiko menegaskan jika dalam masa persidangan mendatang pemerintah juga tidak mengirimkan RUU Desa, dia akan menggalang dukungan anggota parlemen agar RUU Desa menjadi inisiatif DPR.



Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(mbr/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%