detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 17:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 10/11/2011 15:58 WIB

Cegah Tawuran, Polisi Sambangi Sekolah-sekolah di Pulogadung

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Tawuran antar pelajar kerap terjadi di Jakarta dan tidak sedikit menimbulkan korban luka bahkan meninggal dunia. Guna mengantisipasi hal itu, polisi jemput bola memberikan penyuluhan bahaya dan akibat yang akan ditanggung bila pelajar terlibat tawuran.

Pola jemput bola inilah yang dilakukan jajaran Polsek Pulogadung, mengingat di wilayah Pulogadung sendiri tidak pernah sepi dari aksi brutal pelajar.

"Ada komitmen yang akan dilaksanakan setiap sekolah, yaitu pemberian sanksi administrasi sampai dengan dikeluarkan dari sekolah bila terlibat tawuran. Dengan begitu, mereka akan berpikir 2 kali untuk tawuran," kata Kepala Polsek Pulogadung, Kompol Ary Purwanto, saat ditemui di Polsek Pulogadung, Kamis (10/11).

Kegiatan penyuluhan sendiri ditargetkan ke 10 sekolah yang ada di Pulogadung, Jakarta Timur, sejak Oktober 2011 lalu. Sekolah tersebut antara lain di SMA 21, SMK 26, SMK Kemala Bhayangkara, SMK-SMA Pelita, SMK 7, SMA Don Bosco, SMA Lab School, SMK Diponegoro, dan SMK Pembangunan.

Dalam sosialisasi tersebut, Ary berharap ada peran sinergis antara pihak sekolah dan orangtua, yaitu lebih membangun komunikasi.

"Guru merupakan wakil orangtua siswa saat berada di sekolah. Hampir 8 jam siswa berada bersama gurunya," ujar Ary.

Dia juga meminta orangtua juga menjemput bola terhadap aktivitas anaknya. "Bila belum pulang sampai jam 4 sore, ada baiknya orangtua menanyakan ke sekolah mengenai kegiatan anaknya itu, apakah betul ada kegiatan tambahan atau tidak di sekolah," jelas Ary.

Selain sebagai bentuk pencegahan aksi tawuran, kegiatan dilakukan sebagai bentuk pencitraan bagi korps kepolisian.

"Kita ingin membalikan stigma di mata para siswa bila polisi itu bukan seseram yang mereka pikirkan," ujar Ary.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ahy/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%