Kamis, 10/11/2011 10:25 WIB

Demo Karyawan Telkomsel, Gatsu Arah Semanggi Macet

Niken Widya Yunita - detikNews
Jakarta - Ribuan karyawan Telkomsel melakukan mogok kerja nasional. Salah satu aksi yang digelar yakni di depan kantor pusat Telkomsel di Gedung Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto (Gatsu). Akibatnya arus lalu lintas dari ruas Gatsu ke arah Semanggi macet.

Seperti dikutip detikcom dari TMC Polda Metro Jaya, Kamis (10/11/2011), demo menutup 2 lajur jalan Gatot Subroto. Akibatnya, lajur padat karena hanya tersisa 1 lajur dan jalur bus Transjakarta. Unjuk rasa diikuti ratusan pegawai Telkomsel. Dengan berpakaian seragam Telkomsel para pengunjuk rasa menutup ruas badan jalan.

GM Corporate Telkomsel Ricardo Indra membenarkan adanya aksi itu. Namun sebenarnya antara manajemen Telkomsel dengan karyawan masih terjadi perundingan.

"Perundingan masih berjalan. Kedua belah pihak sama-sama punya komitmen menyelesaikan masalah ini dengan baik," kata Ricardo.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Hingga sekarang pukul 10.15 WIB aksi masih berlangsung.
Sebelumnya, Manajer Corporate Communication Telkomsel area Kalimantan (Pamasuka), Jowvy Kumala, saat dihubungi detikcom, Rabu (9/11) kemarin, mengatakan, karyawan Telkomsel yang tergabung dalam Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat), yang menuntut pihak Manajemen Telkomsel agar mematuhi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan menuntut penerapan Good Corporate Governance. Dalam PKB, terdapat poin-poin hak dan kewajiban perusahaan dan karyawan.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nik/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%