Detik.com News
Detik.com
Selasa, 08/11/2011 15:45 WIB

Polres Pare-pare Usut Paku di Kaki Safira

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Polres Pare-pare Usut Paku di Kaki Safira Trans TV
Makassar - Polres Pare-pare akhirnya ikut turun tangan menyelidiki paku dan jarum misterius di tubuh Safira, balita berusia 3 tahun. Polisi ingin mendalami bagaimana Safira bisa mendapatkan 28 paku dan jarum di betis serta punggungnya.

Kapolres Pare-pare, AKBP M Pratama saat dihubungi detikcom, mengatakan polisi meminta keterangan pada beberapa pihak. Keluarga Safira dan tim dokter RSUD Andi Makkasau Pare-pare, sudah ditanyai.

Terkait kasus aneh ini, pihaknya tidak mau gegabah mengambil kesimpulan. "Hingga saat ini anggota Polres Pare-pare masih dalam tahap penyelidikan, belum mengarah pada keterlibatan pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam kasus ini," ujar Pratama, Selasa (8/11/2011).

Sementara itu dari informasi yang dihimpun detikcom, rencananya Safira akan diberangkatkan hari ini ke Makassar untuk pemeriksaan CT-Scan. Dalam pemeriksaan terakhir yang dilakukan bagian Radiologi RSUD Andi Makkasau, masih terdapat dua benda asing yang bersarang di betis kiri dan punggung Safira.

Tim bedah RSUD Andi Makkasau baru akan melakukan operasi lanjutan pada dua pekan berikutnya, setelah pemeriksaan CT-Scan di Makassar. Pasca operasi Selasa (1/11) silam, kondisi Safira sudah normal kembali, setelah tim dokter mengangkat 25 paku dan 1 patahan jarum suntik di betis kiri dan kanan Safira.

Safira masih terus dirawat di Ruang Asoka, RSUD Andi Makkasau. Namun, Safira sudah bisa berkomunikasi aktif bersama kawan-kawan sebayanya, yang menjenguk Safira.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mna/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%