detikcom
Selasa, 08/11/2011 14:09 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Sebuah Tenda Malaysia Nyelip di Perkampungan Indonesia di Mina

Nurul Hidayati - detikNews
Makkah - Malam itu Marzuki Alie merasa ada hal yang aneh di perkampungan Indonesia di Mina yang dikelola Muassasah Asia Tenggara. Bagaimana tidak aneh, sebuah tenda Malaysia nyelip di tengah-tengah tenda Indonesia yang terdiri dari 78 maktab.

"Ada hal-hal yang agak aneh, di kelompok tenda Indonesia ada satu tenda orang Malaysia," kata Ketua DPR itu di depan tenda misi haji Indonesia di Mina, 7 km dari Masjidil Haram, Senin (7/11/2011) malam. Tenda Malaysia itu berada di maktab nomor 52.

Marzuki meminta keberadaan tenda itu diklarifikasi, apakah tenda itu hak Indonesia lalu ada pengelola maktab yang nakal sehingga disewakan ke pihak lain. "Itu harus dilihat kontraknya, apakah memang nyelip (satu tenda)," ujarnya.

Selain tenda yang ditempati orang Malaysia, Marzuki juga menyoroti katering yang menggunakan cara prasmanan. Menurutnya, cara itu makan waktu. Apalagi prasmanan tapi tidak ambil sendiri, melainkan diambilkan oleh petugas dari perusahaan katering alias bukan prasmanan murni.

"Mereka bawa piring, antre, seperti tahanan. Itu kata mereka," sambung politisi Demokrat ini.

Menurut Marzuki, telah ada kesepakatan antara Komisi VIII DPR dengan Kemenag untuk menggunakan nasi boks di Mina. Karena itu dia mempertanyakan saat pelaksanaan di lapangan berubah menjadi prasmanan.

"Itu akan kami persoalkan nanti di Jakarta," imbuhnya. Komisi VIII akan memanggil Menteri Agama terkait hal tersebut.

Poin lainnya, Marzuki bicara soal tenda tempat menginap yang terlalu berjubel isinya. Tenda, kata Marzuki, adalah tanggung jawab pemerintah Arab Saudi. "Tenda sejak dulu segini-segini saja, sedangkan jamaah bertambah banyak. Informasi yang kami terima, direncanakan di Mina akan dibangun apartemen beberapa lantai, tak melebar seperti sekarang," sambungnya.

Marzuki juga menyinggung jamaah yang menginap di Mina Jadid, 7 km dari jembatan jamarat tempat lempar jumroh. "Sebagian tak mau mabit di Mina Jadid karena menganggapnya Muzdalifah. Itu harus cari solusi," katanya. Jumlah jamaah yang menetap di Mina Jadid ada 30 ribu orang, terdiri dari maktab 1-9.

Marzuki mengakui, persoalan pelaksanaan haji memang banyak lantaran jamaahnya yang juga banyak. "Ngurusnya tidak mudah. Tapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa," ujarnya. Karena itu Marzuki mendesak adanya peningkatan pengawasan agar masalah-masalah kontrak dengan pihak Saudi ditingkatkan.

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(nrl/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%