detikcom
Senin, 07/11/2011 10:19 WIB

Polri Andalkan Interpol & Masih Rahasiakan Persembunyian Nunun

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Mabes Polri terus meningkatkan komunikasi dengan negara-negara melalui jaringan Interpol dalam memburu buron Nunun Nurbaetie. Tempat persembunyian Nunun masih dirahasiakan.

Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, kasus Nunun masih dalam tahap proses penyelidikan sehingga banyak hal-hal yang tidak bisa disampaikan ke publik.

"Kita tidak bisa mengatakan secara terbuka terlebih dahulu, menyatakan di suatu tempat karena tentu penyelidikan tidak efektif kalau dibuka. Lagi-lagi karena posisinya ada di luar, kita kedepankan dalam kerja sama internasional," kata Boy saat ditanya posisi Nunun.

Hal ini disampaikan Boy di halaman Gedung Badan Pemeliharaan dan Keamanan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2011).

Boy memaparkan perbedaan penangkapan Nunun dan Nazaruddin. Ia berpendapat, Nazaruddin mudah dibekuk lantaran yang bersangkutan menggunakan data-data IT dan data alat komunikasi sehingga membantu dalam menemukan posisi politisi Partai Demokrat itu.

"Jadi karena alat komunikasi sekarang ini adalah alat yang bisa memberikan informasi keberadaan seseorang, si pengguna, makanya pada saat yang bersangkutan banyak juga menggunakan media cyber misalnya dalam teleconference jarak jauh itu. Itu sangat membantu sekali tingkat percepatan kita menemukan yang bersangkutan," papar Boy.

Ketika ditanya ada atau tidak komunikasi Adang dengan Nunun, Boy mengatakan semua bisa dimanfaatkan. "Tentu semua dalam konteks penyelidikan. Pasti, semua bisa dimanfaatkan," ujar dia.

Boy juga mengatakan Polri belum berniat meminta keterangan suami Nunun, Adang Daradjatun.

Menurut dia, Polri tetap memberikan dukungan termasuk memberikan akses jaringan interpol.

"Mohon bisa disadari proses penanganan kasus ini ada di KPK, kita hanya bantu saja. Jadi KPK dalam proses penyelidikan dan penyidikan tentu punya rencana sendiri," kata dia.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(mpr/aan)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%