detikcom
Sabtu, 05/11/2011 13:27 WIB

Orientasi New7Wonders: Uang, Uang dan Uang

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Orientasi organisasi New7Wonders hanya uang, uang dan uang. Selain itu, kalkulasi pemilihan bagi tiap-tiap finalis juga tidak transparan.

"Organisasi ini menyatakan dirinya sebagai yayasan atau organisasi nirlaba, faktanya, orientasi mereka adalah uang, uang dan uang dan kurang transparan dalam kalkulasi pemilihan," ujar sumber kuat di United Nation World Tourism Organization atau Badan Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (5/11/2011).

Sedangkan dalam keterangan tertulis di situs United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 9 Juli 2007, UNESCO menegaskan tidak terlibat sama sekali dengan kampanye New7Wonders. Meskipun UNESCO diundang untuk mendukung proyek ini pada beberapa kesempatan, Organisasi memutuskan untuk tidak berkolaborasi dengan Bernard Weber (pendiri New7Wonders).

UNESCO pun memaparkan perbedaan penentuan kriteria antara Warisan Dunia yang ditentukan UNESCO dan New7Wonders yang ditentukan yayasan milik Weber.

Tujuan dan mandat UNESCO adalah untuk membantu negara-negara dalam mengidentifikasi, melindungi dan melestarikan Warisan Dunia. Penilaian sentimental pada situs tidaklah cukup. Kriteria ilmiah harus didefinisikan, kualitas calon situs dievaluasi, juga dilihat kinerja serta itikad politik pemerintah dan legislatif negara yang menaungi situs itu.

Selain membantu konservasi teknis dan persuasi politik di negara calon situs Warisan Dunia, UNESCO juga memberikan edukasi tentang nilai-nilai yang melekat pada situs, ancaman yang dihadapi dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah kerusakan situs.

Sedangkan Yayasan New7Wonders, merupakan prakarsa swasta untuk menggerakkan semua penduduk dunia untuk memilih 7 keajaiban dunia baru melalui pilihan yang berdasarkan popularitas.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%