detikcom
Sabtu, 05/11/2011 12:39 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Khutbah Wukuf di Arafah Disampaikan Hasyim Muzadi

Nurul Hidayati - detikNews
Ilustrasi Wukuf (AFP)
Makkah - Wukuf di Arafah menjadi puncak ibadah haji. Haji itu Arafah, begitu sabda Nabi Muhammad SAW. Misi haji Indonesia telah merancang acara wukuf di Arafah, Sabtu (5/11/201) siang nanti WAS.

Kegiatan hari ini setelah subuhan adalah bimbingan dan konsultasi manasik haji pukul 07.30 hingga 09.00 WAS. Lalu disambung acara wukuf pada 11.00. Rangkaian ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran, sambutan dari Dubes RI dan Amirul Haj Suryadharma Ali. Lantas disambug khutbah wukuf oleh wakil amirul haj KH Hasyim Muzadi pada 11.45 WAS.

Kemudian disambung salat zuhur dan ashar jama' qashar berjamaah, dan doa wukuf oleh KH Amin Noer, anggota amirul haj.

Pukul 13.00 wukuf dilanjutkan dengan seluruh jamaah memperbanyak zikir dan doa sesuai hajat masing-masing, yang merupakan inti wukuf.

"Arafah adalah tempat paling ijabah di mana doa dikabulkan oleh Allah. Kami imbau jamaah berdoa yang baik, hindari doa yang kurang baik," kata Kabid Bimbingan Ibadah PPIH 1432 H, Surahmat.

Jamaah kemudian salat jama' qashar magrib-isya berjamaah. Pukul 18.30 WAS, persiapan menuju Muzdalifah dan sweeping jamaah di seluruh kemah.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrl/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%