detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 05/11/2011 12:39 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Khutbah Wukuf di Arafah Disampaikan Hasyim Muzadi

Nurul Hidayati - detikNews
Ilustrasi Wukuf (AFP)
Makkah - Wukuf di Arafah menjadi puncak ibadah haji. Haji itu Arafah, begitu sabda Nabi Muhammad SAW. Misi haji Indonesia telah merancang acara wukuf di Arafah, Sabtu (5/11/201) siang nanti WAS.

Kegiatan hari ini setelah subuhan adalah bimbingan dan konsultasi manasik haji pukul 07.30 hingga 09.00 WAS. Lalu disambung acara wukuf pada 11.00. Rangkaian ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran, sambutan dari Dubes RI dan Amirul Haj Suryadharma Ali. Lantas disambug khutbah wukuf oleh wakil amirul haj KH Hasyim Muzadi pada 11.45 WAS.

Kemudian disambung salat zuhur dan ashar jama' qashar berjamaah, dan doa wukuf oleh KH Amin Noer, anggota amirul haj.

Pukul 13.00 wukuf dilanjutkan dengan seluruh jamaah memperbanyak zikir dan doa sesuai hajat masing-masing, yang merupakan inti wukuf.

"Arafah adalah tempat paling ijabah di mana doa dikabulkan oleh Allah. Kami imbau jamaah berdoa yang baik, hindari doa yang kurang baik," kata Kabid Bimbingan Ibadah PPIH 1432 H, Surahmat.

Jamaah kemudian salat jama' qashar magrib-isya berjamaah. Pukul 18.30 WAS, persiapan menuju Muzdalifah dan sweeping jamaah di seluruh kemah.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nrl/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%