Jumat, 04/11/2011 05:03 WIB

Selain Andalkan Interpol KPK Punya Cara Lain dalam Memburu Nunun

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Karena tak memiliki kewenangan bertindak di negara lain, KPK mengandalkan interpol untuk mengejar buronan Nunun Nurbaetie. Meski begitu lembaga antikorupsi tersebut juga mengandalkan cara lain, tidak pasrah begitu saja pada interpol. Cara apa?

Cara itu adalah dengan memanfaatkan jaringan dengan lembaga pemberantasan korupsi lainnya di Asia Tenggara. KPK memang memiliki link keluar terkait dengan 'KPK-KPK' lainnya.

"Ya KPK juga mengandalkan cara itu. Kami kan memiliki jaringan dengan lembaga antikorupsi di negara lain," tutur Jubir KPK Johan Budi, di Jakarta, Jumat (4/11/2011).

Kerja sama dengan lembaga antikorupsi lain itu, lanjut Johan, akan berguna bagi KPK untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan Nunun. Nantinya jika sudah didapatkan, interpol yang akan melakukan eksekusi.

"Karena hanya interpol yang memiliki kewenangan untuk bertindak di sana," terang Johan.

Namun sampai saat ini, baik interpol maupun lembaga-lembaga antikorupsi di internasional masih belum dapat memberi kontribusi berarti dalam perburuan Nunun. Istri politisi PKS, Adang Daradjatun tersebut masih belum diketahui di mana rimbanya.

Nunun Nurbaeti adalah orang yang disinyalir sebagai penyebar cek pelawat terhadap sejumlah anggota DPR periode 1999-2004. Namun sampai saat ini dia tak juga dapat dihadirkan ke hadapan penyidik KPK dengan alasan sakit lupa akut.

Karena melayangkan izin sakit tiap kali absen menjalani pemeriksaan, KPK selalu dapat memaklumi absennya Nunun, pada saat menjadi masih berstatus menjadi saksi.



(fjp/fjp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    0%
    Kontra
    100%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel