Kamis, 03/11/2011 15:15 WIB

Tifatul, Zulkifli & Sultan Belum Lapor Gratifikasi Nikahan Anak ke KPK

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Tiga pejabat negara, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menhut Zulkifli Hasan dan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X menikahkan putra-putrinya beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum ada yang melaporkan gratifikasi itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Per kemarin (2 November 2011), belum lapor penerimaan gratifikasi," kata Wakil Ketua KPK M Jasin lewat pesan singkat, Kamis (3/11/2011). Jasin baru mendapat laporan dari anak buahnya Direktur Gratifikasi M Sigit.

Ditambahkan Jasin, Tifatul sempat memberitahukan tentang rencana pernikahan putrinya. Namun, belum ada laporan lagi setelah acara tersebut berlangsung.

Sementara itu, KPK memberikan batas waktu bagi para pejabat tersebut hingga sebulan setelah pemberian diterima. Hal ini sesuai dengan Pasal 12B UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Sesuai UU, dikuatirkan ada penerimaan gratifikasi seperti pasal 12B, diberikan waktu sampai dengan 30 hari sejak pemberian diterima," tambah M Sigit.

Seperti diketahui, bulan Oktober 2011 lalu menjadi musim kawin untuk keluarga pejabat. Di bulan kesepuluh tahun 2011 ini, sejumlah pejabat di Tanah Air menikahkan anak-anaknya.

Sebut saja Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring. Menteri yang juga mantan Presiden PKS itu menikahkan putrinya, Nur Shabrina Sembiring dengan seorang pemuda bernama Fathan Qasthalani. Acara digelar di Sasono Langen Budoyo TMII pada 8 Oktober 2011.

Selang satu hari, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan juga punya hajat. Zulkifli resmi menjadi besan mantan Ketua MPR yang juga mantan Ketua Umum PAN Amien Rais.

Anak perempuan Zulkifli, Putri Zulya Savitri menikah dengan anak Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, yang kini duduk di kursi DPR. Keduanya menikah pada 9 Oktober lalu. Pernikahan digelar di Ballroom PRJ, Arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga baru saja menggelar The Royal Wedding untuk putri bungsunya GRAj Nurastuti Wijareni akan menikah dengan Achmad Ubaidillah yang kini bergelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara. Pernikahan digelar pada 18 Oktober.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/gun)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%