Kamis, 03/11/2011 14:51 WIB

Kominfo Terima Pengaduan SMS Komodo, Tapi Tak Banyak

Irwan Nugroho - detikNews
Tifatul Sembiring
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah menerima aduan terkait voting Pulau Komodo melalui layanan Short Massage Service (SMS). Namun, jumlah aduan yang masuk tidak banyak.

"Ya, ada beberapa pengaduan penyimpangan dari operator. Tapi itu nggak banyak, sekitar 10 persen," kata Menkominfo Tifatul Sembiring saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2011).

Menurut Tifatul, pengaduan itu seputar pemotongan pulsa pelanggan yang dilakukan operator seluler. Saat ini, pengaduan tersebut sedang ditangani Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

"BRTI yang tangani," ucap politikus PKS ini.

Sebelumnya, Pendukung Pemenangan Komodo (P2Komodo) menegaskan, SMS yang berisi dukungan terhadap Pulau Komod di ajang New7Wonders akan diaudit oleh auditor yang kredibel. Audit akan dilaksanakan setelah voting ditutup pada 11 November dan hasilnya akan dilaporkan kepada masyarakat.

"Bayar Rp 1.000 itu bulan lalu. Sampai tanggal 15 Oktober lalu Rp 1.000. Tapi setelah itu Rp 0 dan Rp 1. Tapi yang Rp 1 itu hanya Telkomsel. Kita akan ada auditor untuk itu, yakni PKF Paul Hadiwinata," ujar anggota P2Komodo, Widya Jatiningrum.

(irw/gun)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel