detikcom
Kamis, 03/11/2011 11:59 WIB

Iran Siaga Penuh Hadapi Ancaman Serangan Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Mahmoud Ahmadinejad (AFP)
Teheran - Spekulasi mengenai rencana serangan Israel ke Iran kian berhembus kencang. Surat kabar Israel, Haaretz memberitakan bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu saat ini tengah mencari dukungan kabinet Israel untuk melancarkan serangan ke Iran guna menghancurkan program nuklirnya.

Atas ancaman Israel itu, Iran saat ini dalam kondisi siaga penuh. Bahkan pemimpin militer Iran Jenderal Hassan Firouzabadi menegaskan, negaranya akan menghukum dan membuat Israel menyesal jika ancaman itu benar-benar dilakukan.

"Kami menganggap setiap ancaman -- bahkan ancaman dengan kemungkinan kecil -- sebagai ancaman pasti. Kami saat ini siaga penuh," kata Firouzabadi seperti diberitakan kantor berita Iran, Fars dan dilansir AFP, Kamis (3/11/2011).

"Dengan peralatan yang tepat, kami siap menghukum mereka dan membuat mereka menyesal telah melakukan kesalahan," cetusnya lagi.

Sementara pemerintah Amerika Serikat menolak berkomentar mengenai spekulasi serangan Israel ke Iran. "Saya tak akan merespons spekulasi seperti itu," cetus juru bicara Gedung Putih Jay Carney.

"Kami tetap fokus pada saluran diplomatik di sini, cara diplomatik dalam hal berurusan dengan Iran," imbuhnya.

Pemerintah AS dan negara-negara lainnya telah mencurigai bahwa Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran berulang kali membantahnya. Iran menegaskan, program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(ita/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%