Djoko Susilo: Mari Promosikan Pulau Komodo Tanpa New7Wonders
Selasa, 01/11/2011 14:09 WIB
Jakarta
Kredibilitas organisasi New7Wonders yang bermarkas di Zurich, Swiss, dipertanyakan oleh Dubes RI di Swiss Djoko Susilo. Karena itu, dia meminta agar publik mempromosikan sendiri Pulau Komodo tanpa harus mengikuti kontes 7 Kejaiban Dunia tersebut.
"Saya sangat menyayangkan, seolah-olah mau jegal komodo, itu jauh sekali," kata Djoko saat berbincang dengan detikcom, Selasa (1/11/2011).
"Kita setuju mempromosikan komodo, tapi jangan tertipu oleh New7Wonders. KBRI di Swiss siap mempromosikan dengan sekuat tenaga untuk negara-negara di Eropa," sambungnya.
Ada beberapa hal yang menjadi alasan Djoko meragukan kredibilitas New7Wonders. Mulai dari kondisi kantor yang tak layak sebagai organisasi kelas dunia, hingga ketidaktahuan publik Swiss terkait pemilik situs New7Wonders itu.
Politisi PAN ini juga mempertanyakan kebijakan panitia pendukung Pulau Komodo sebagai New7Wonders di Indonesia. Dukungan yang sebelumnya hanya bisa disampaikan lewat situs internet dengan sistem one man one vote, kini berubah jadi via SMS dengan sistem pengiriman berulang-ulang oleh orang yang sama.
"Kok tiba bisa jadi SMS gimana itu? Sebelumnya biayanya Rp 1.000, terus sekarang jadi Rp 1, berapa pun itu ada dana masyarakat yang diserap. Siapa yang bikin ketentuan? Lalu yang memberi otorisasi siapa?" tanyanya.
Keberadaan New7 Wonders memang mengundang kontroversi. Baru-baru ini setelah diputus pemerintah karena meminta biaya besar, panitia New7 Wonders menggelar vote melalui SMS, setelah sebelumnya melalui akses situs. New7 Wonders menggandeng mantan Wapres Jusuf Kalla untuk mengkampanyekan SMS voting bagi Pulau Komodo agar ditetapkan New7 Wonders sebagai keajaiban dunia.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmy Hafild membantahnya. Dia malah menuding sikap pemerintah yang menolak New7Wonders karena ada pejabat yang marah karena namanya dicoret dari kepanitiaan.
"Ini karena ada pejabat pemerintah, dia sangat tersinggung karena dicoret sebagai official suporting committee di New7 Wonders," jelas Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmy Hafild saat dihubungi detikcom, Selasa (1/11/2011).
(mad/vit)
"Saya sangat menyayangkan, seolah-olah mau jegal komodo, itu jauh sekali," kata Djoko saat berbincang dengan detikcom, Selasa (1/11/2011).
"Kita setuju mempromosikan komodo, tapi jangan tertipu oleh New7Wonders. KBRI di Swiss siap mempromosikan dengan sekuat tenaga untuk negara-negara di Eropa," sambungnya.
Ada beberapa hal yang menjadi alasan Djoko meragukan kredibilitas New7Wonders. Mulai dari kondisi kantor yang tak layak sebagai organisasi kelas dunia, hingga ketidaktahuan publik Swiss terkait pemilik situs New7Wonders itu.
Politisi PAN ini juga mempertanyakan kebijakan panitia pendukung Pulau Komodo sebagai New7Wonders di Indonesia. Dukungan yang sebelumnya hanya bisa disampaikan lewat situs internet dengan sistem one man one vote, kini berubah jadi via SMS dengan sistem pengiriman berulang-ulang oleh orang yang sama.
"Kok tiba bisa jadi SMS gimana itu? Sebelumnya biayanya Rp 1.000, terus sekarang jadi Rp 1, berapa pun itu ada dana masyarakat yang diserap. Siapa yang bikin ketentuan? Lalu yang memberi otorisasi siapa?" tanyanya.
Keberadaan New7 Wonders memang mengundang kontroversi. Baru-baru ini setelah diputus pemerintah karena meminta biaya besar, panitia New7 Wonders menggelar vote melalui SMS, setelah sebelumnya melalui akses situs. New7 Wonders menggandeng mantan Wapres Jusuf Kalla untuk mengkampanyekan SMS voting bagi Pulau Komodo agar ditetapkan New7 Wonders sebagai keajaiban dunia.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmy Hafild membantahnya. Dia malah menuding sikap pemerintah yang menolak New7Wonders karena ada pejabat yang marah karena namanya dicoret dari kepanitiaan.
"Ini karena ada pejabat pemerintah, dia sangat tersinggung karena dicoret sebagai official suporting committee di New7 Wonders," jelas Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmy Hafild saat dihubungi detikcom, Selasa (1/11/2011).
(mad/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
