Senin, 31/10/2011 19:14 WIB
Puncak Merapi Hujan, Truk Penambang Terjebak Banjir Lahar Dingin
Sebuah truk terjebak banjir lahar dingin Merapi (Parwito/detikcom)
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian itu menjadi tontotan ratusan warga sekitar selama proses evakuasi berlangsung.
Dari hasil informasi yang dihimpun detikcom, truk pasir warna hijau bernopol H 1418 KH yang dikemudikan oleh Gatrun (28), warga Sayung, Kabupaten Demak, itu, sekitar pukul 14.30 WIB memuat pasir di sekitar bantaran Kali Putih.
Grahito (50), sopir truk penambang yang bersamaan mengambil pasir di Kali Putih, sudah mengingatkan Gatrun saat hujan turun sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, Gatrun tidak bergeming dan tetap nekat menaikkan pasir ke bak truk bersama kernetnya.
"Saya saat itu juga menambang. Kemudian hujan turun. Saya langsung bilang ke Gatrun sopir truk itu untuk naik dulu. Tapi dia bilang nanggung dan langsung saat itu terjadi banjir lahar dingin. Dia panik setelah terseret dan terjebak," jelas Grahito.
Usai kejadian, sopir bersama beberapa penambang lainnya berupaya untuk melakukan proses evakuasi. Proses evakuasi pertama dilakukan secara manual. Namun, hingga pukul 16.00 WIB, upaya itu belum membuahkan hasil.
Kemudian, beberapa penambang berinisiatif untuk mendatangkan eskavator yang kebetulan melakukan proses normalisasi di Kali Putih. Setelah berupaya selama satu jam lebih, sekitar pukul 17.30 WIB, truk berhasil diangkat dari kubangan material banjir lahar dingin berupa pasir dan batu di Kali Putih.
Kapolsek Srumbung AKP Suprayudi menyatakan terjebaknya penambang dengan truk pasirnya itu merupakan peringatan bagi para penambang. Sampai saat ini banyak para penambang walaupun sudah diberitahu oleh penduduk setempat dan Tim SAR mereka tetap bertahan dan tetap melakukan penambangan.
"Sudah sering kita, warga dan tim SAR memperingatkan jika hujan turun agar berhenti menambang. Namun mereka tetap membandel. Beginilah akibatnya," tegas Suprayudi.
(irw/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 04:18 WIB
Guru Les Culik Mantan Muridnya, Minta Tebusan Rp 50 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 02:43 WIB
Diduga Bom Ikan Meledak, Dua Nelayan Hilang di Laut Kepri
-
Rabu, 22/05/2013 00:53 WIB
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
-
Selasa, 21/05/2013 23:48 WIB
Polres Dumai Riau Bekuk 2 Pengedar Narkoba
-
Selasa, 21/05/2013 23:12 WIB
Insiden Tenggelamnya KM Karya Indah di Sungai Mahakam Dipolisikan
-
Rabu, 22/05/2013 03:07 WIB
Gunakan Cermin Dua Sisi di Toilet Wanita, Klub Malam Ini Digugat
-
Rabu, 22/05/2013 04:18 WIB
Guru Les Culik Mantan Muridnya, Minta Tebusan Rp 50 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 04:59 WIB
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
-
Selasa, 21/05/2013 12:52 WIB
Ini Dia Darin Mumtazah, Pelajar yang Dekat dengan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 09:29 WIB
Ini Penyebab NN Tega Memotong Kelamin Abdul di Pamulang
-
Rabu, 22/05/2013 00:53 WIB
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
-
Rabu, 22/05/2013 00:12 WIB
Ratusan Pemanas Air dari Sendok Disita dari Ruangan Napi di Rutan Medaeng
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
358 Komentar
-
238 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
210 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
