detikcom
Senin, 31/10/2011 11:31 WIB

7 Tersangka Bom Buku Hadapi Sidang Perdana Hari Ini

Didi Syafirdi,Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jakarta - 7 Dari 17 tersangka bom buku akan menjalani sidang perdana hari ini. Ketujuh tersangka ini akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

"Hari ini sidang perdana dengan terdakwa 7 orang yang terlibat bom buku di PN Jakbar," kata kuasa hukum para tersangka, Asludin Hatjani saat dihubungi detikcom, Senin (31/10/2011).

7 Tersangka yang akan menjalani sidang yakni Muhammad Maulana alias Sani, Johanda, Febri Hernawan, Watsono alias Anton, Mugianto, Ade Guntur, dan Darto.

Sementara itu, pantauan detikcom di PN Jakbar, sidang dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Namun hingga pukul 11.15 WIB, ruang sidang di lantai 6 PN Jakbar masih sepi.

Hanya sekitar 7 petugas kepolisian yang duduk-duduk di dalam ruang sidang. Kondisi di luar ruang sidang juga masih sepi. Tidak ada pendukung para tersangka yang hadir.

Masih belum diketahui pasti kenapa sidang perdana bom buku ini molor. Ketujuh tersangka juga belum tiba di pengadilan.

Sebelumnya 18 Maret lalu, Ulil Abshar Abdalla menerima sebuah paket buku. Setelah dicek, ternyata di dalam buku tersebut berisi bahan peledak. Mantan Kasat Reskrim Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan menjadi korban ledakan bom buku tersebut.

Setelah itu, masih di hari yang sama, teror bom buku mengancam di kantor BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur dan di rumah Ketua Pemuda Pancasila Yapto Suryosumarno. Beberapa hari setelah itu, menyusul teror bom buku di studio milik Ahmad Dhani di Pondok Indah, Jakarta Selatan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(gus/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close