Sabtu, 29/10/2011 09:01 WIB

Peru Diguncang Gempa 6,9 SR, Dua Gedung Runtuh

Restika Ayu Prasasty - detikNews
Lima - Gempa berkekuatan 6,9 SR mengguncang pantai Pasifik Peru pada Jumat (28/10/2011) waktu setempat. Akibatnya, dua gedung runtuh dan kepanikan melanda penduduk ibukota Lima serta beberapa kota lainnya.

Gempa terjadi sekitar pukul 18.54 GMT atau 01.54 WIB. Kerugian dan korban jiwa belum dapat dilaporkan.

Berdasarkan Survei Geologi AS, pusat kekuatan gempa berada 300 km di tenggara ibu kota Peru tersebut dengan kedalaman 35 km. AFP melansir (29/10/2011), ribuan orang dievakuasi dari gedung-gedung di kota Peru dan kota-kota lainnya.

Kantor pertahanan menyebutkan tiga orang luka ringan dan gedung yang runtuh terletak di kota Ica, berjarak 250 km di sebelah tenggara Lima. Kota Ica hanya berjarak 50 km dari pusat gempa. Gempa juga mengakibatkan terputusnya jaringan telepon.

Presiden Peru, Ollanta Humala, mengimbau warganya, terutama yang berada di kota Ica, untuk tetap tenang. "Kami mempunyai unit tentara yang akan memperbaiki segala sesuatu yang butuh untuk diperbaiki dengan segera," katanya di sela-sela pertemuan dengan para pemimpin regional di Paraguay.

Gempa tidak hanya dirasakan di Kota Ica dan Lima, tetapi juga di dataran tinggi Andes, "Di kota Cusco, Arequipa, dan Ayacucho, walaupun getaran yang dirasakan hanya sedikit," tutur Hernan Tavera, kepala Institut Geofisika Peru.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(lrn/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%