Detik.com News
Detik.com
Jumat, 28/10/2011 21:04 WIB

Perawat RS Hermina Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kontrakannya

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Seorang perawat RS Hermina Kampung Melayu ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya di Gang Ajid RT 6/1 Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Korban diduga tewas akibat dibunuh.

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Adhie Santika saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu.

"Betul, korban diduga tewas akibat dibekap," kata Adhie saat dihubungi wartawan, Jumat (28/10/2011).

Adhie mengatakan, korban tewas bernama Roud Lutol Zumroh (26), yang tercatat sebagai warga Jl Cipinang Lontar 3 RT 11/09 Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Korban ditemukan pada Jumat sore sekitar pukul 17.30 WIB tadi.

"Korban masih lajang, dia adalah perawat di RS Hermina Kampung Melayu, Jakarta Timur," kata Adhie.

Ia melanjutkan, korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kosnya. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan tangan, kaki terikat dan mulutnya ditutup lakban.

"Muka hitam lebam dan kondisinya sudah membusuk mengeluarkan aroma bau menyengat," katanya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%