Jumat, 28/10/2011 15:55 WIB

Demo di DPR, Tol Dalam Kota Macet Parah

E Mei Amelia R - detikNews
Foto: Demo di depan DPR
Jakarta - Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan gedung DPR RI berimbas terhadap kemacetan di ruas jalan tol dalam kota. Kendaraan dari Cawang ke Slipi di sepanjang ruas tol dalam kota tersendat.

Pantauan detikcom di ruang monitor CCTV Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Jumat (28/10/2011), kemacetan di ruas tol dalam kota mulai masuk Pintu Tol Cawang. Mulai dari Pintu Tol Cawang, kendaraan yang mengarah ke arah barat Slipi dan seterusnya, terhambat hingga berjam-jam.

"Saya tadi masuk lewat pintu Cawang, mau ke Semanggi. Karena macet, saya baru bisa keluar Pintu Tol Semanggi setelah 3 jam," ujar Wahyu Prasetyo kepada detikcom.

Wahyu sendiri masuk Pintu Tol Cawang sekitar pukul 12.00 WIB. Ia baru bisa keluar dari kemacetan melalui Pintu Keluar Tol Semanggi I, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kendaraan di ruas tol dalam kota juga tersendat menjelang Pintu Keluar Tol Tegal Parang. Selain itu, kendaraan di ruas tol dalam kota terhambat di pintu keluar Tol Semanggi I.

"Selepas Slipi Jaya ramai lancar," kata Kepala Urusan Teknologi dan Informasi Regu C TMC Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Tri Wibowo di kantornya, Jumat (28/10/2011).

Tri mengungkapkan, kemacetan di ruas tol dalam kota diakibatkan karena kendaraan yang di ruas tol memperlambat laju kendaraannya saat melintas di depan gedung DPR RI.

"Nengok sedetik-dua detik juga kan mengakibatkan kendaraan di belakangnya tersendat," katanya.

Belum lagi, kendaraan di jalur arteri Jl Gatot Subroto yang hendak mengarah ke Slipi dialihkan ke tol dalam kota mulai dari pintu masuk Tol Semanggi I.

"Masuknya kendaraan ke pintu tol Semanggi I juga berimbas pada kepadatan di ruas tol dalam kota," tutupnya.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mei/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%