Jumat, 28/10/2011 10:42 WIB

Latihan Bersama Antiteror TNI-Polri Resmi Ditutup

Egir Rivki - detikNews
Foto: Egir Rivki/detikcom
Jakarta - Latihan Bersama Penanggulangan Teror antara TNI dengan Polri resmi ditutup hari ini. Latihan yang dilakukan sejak tanggal 25 Oktober sampai 28 Oktober tersebut bertujuan meningkatkan sinergi TNI-Polri dalam menanggulangi terorisme.

Hal itu dikemukakan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dalam sambutannya di upacara penutupan Latma Gultor TNI-Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (28/10/2011).

Hadir pula, Kapolri Jendral Timur Pradopo dalam penutupan tersebut. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti sekitar 500-an personel dari berbagai divisi TNI-Polri.

Menurut Agus, dalam penanggulangan teroris pihak TNI hanya bertugas untuk membantu. Sedangkan pengendalian secara utuh tetap di tangan Polri.

"Semua pengendaliannya ada di Polri dan kita hanya membantu pihak kepolisian," ucapnya.

Agus menambahkan, hasil kesimpulan dari latihan bersama selama 3 hari tersebut, untuk meningkatkan sinergi kerjasama antara TNI-Polri. Selain itu, latihan tersebut juga meningkatkan profesionalisme prajurit dalam antisipasi teror.

"Yang bisa saya simpulkan dari latihan beberapa ini, ada beberapa yang menonjol. Seperti, mekanisme penanganan dan prosedur yang baik dalam penanggulangan terorisme," terangnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(anw/anw)




Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%