Detik.com News
Detik.com
Kamis, 27/10/2011 08:12 WIB

Kapolri Lepas Pasukan Perdamaian ke Darfur Sudan

Mega Putra Ratya - detikNews
Kapolri Lepas Pasukan Perdamaian ke Darfur Sudan
Jakarta - Pagi ini Kapolri Jenderal Timur Pradopo melepas pasukan perdamaian ke Darfur, Sudan. Kepada 140 personil pasukan perdamaian tersebut, Timur berpesan agar mereka senantiasa menjaga nama baik Indonesia dan kepolisian.

Upacara pemberangkatan Satuan Tugas FPU Indonesia IV Garuda Bhayangkara 2012 dalam Misi Perdamaian PBB di Darfur Sudan ini, digelar di lapangan gedung Baharkam, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (27/10/2011) pagi. Dalam upacara ini juga dihadiri oleh Dubes Sudan untuk Indonesia, HE Ibrahim Bushra Mohamed Ali.

Dalam amanatnya pada upacara tersebut, Timur mengingatkan kembali tentang Fungsi Polri pemerintah terkait pemeliharaan perdamaian dunia. Timur mengatakan Polri harus berperan aktif dalam misi perdamaian dunia di bawah PBB.

"Serta tingkatkan keimanan kepada tuhan yang maha esa. Jaga nama baik bangsa di mata internasional, khususnya nama baik," demikian Timur ketika membacakan amanat upacara.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga meminta para personil pasukan perdamaian untuk dapat bertugas dengan sebaik-baiknya. Selain itu dia juga meminta tim dapat membaur dengan pasukan perdamaian negara lain dan penduduk setempat.

"Bangun kerja sama yang sinergis dengan polisi negara lain. Serta jaga komunikasi dengan masyarakat setempat," tutur Timur.

Tim pasukan perdamaian ini beranggotakan 140 orang. Mereka akan bertugas selama satu tahun di Darfur Sudan.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%