Detik.com News
Detik.com

Rabu, 26/10/2011 20:08 WIB

KNPI Gelar Kongres Berburu Ketum Baru

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tengah menggelar Kongres ke XII di Jakarta. Organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia ini, menggelar kongres pada 24-28 Oktober 2011 dengan salah satu agenda untuk mencari Ketua Umum yang baru.

"Salah satu agenda kongres kali ini adalah pemilihan Ketua Umum. Pemilihannya sendiri kemungkinan besok," ujar salah satu panitia kongres, Zaenal saat ditemui di sela-sela kongres, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2011).

Hingga hari ini, sudah ada 14 bakal calon yang mengambil berkas untuk menjadi ketua umum. Namun, merekan masih harus mengikuti proses verifikasi yang akan dilakukan oleh panitia pemilihan yang mengacu pada tata tertib.

"Yang mengambil berkas belum tentu jadi calon. Masih tergantung pada tata tertib, apakah mereka berhak jadi calon atau tidak," terangnya.

Mengambil tema "Satu Pemuda, Satu Indonesia" kongres kali ini diharapkan mampu kembali mempersatukan kepengurusan KNPI, yang sempat terbelah. Kongres ini dihadiri oleh sekitar 1000an peserta yang berasal dari 104 OKP (Organisasi KePemudaan) dan 33 DPD (Dewan Perwakilan Daerah) dari seluruh Indonesia.

"Pemilihan Ketua Umum ini semoga bisa menjadi ajang rekonsiliasi terhadap kepengurusan yang sempat terbelah di 2008," harap Zaenal.

Agenda Kongres XII KNPI untuk Rabu (26/10/2011) ini adalah rapat komisi yang dilanjutkan dengan rapat pleno,dan dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib.

Apakah Kongres kali ini bisa kembali mempersatukan KNPI?


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%