Detik.com News
Detik.com
Rabu, 26/10/2011 13:57 WIB

Fahrudin Masih Pakai Helm Saat Jatuh dari Gondola Menara Batavia

Rivki - detikNews
Jakarta - Fahrudin jatuh saat hendak memarkir gondola di Menara Batavia, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia tidak mengenakan kabel sling dan masih memakai helm saat terjatuh dari lantai 33.

"Jadi, dia jatuh dari lantai 33 saat posisi dia mau parkir gondola. Kalau mau parkir gondola harus pindah sling (tali pengaman). Tetapi, dia tidak menggunakan sling. Jadi, dia jatuh dari lantai 33 ke lantai 29," kata saksi mata yang juga kerabat Fahrudin, Kardiman, di lokasi, Rabu (26/10/2011).

Menurut dia, Fahrudin saat jatuh dalam posisi tergeletak. Tangan kanan patah, kepala bagian kiri dekat kuping mengeluarkan darah. "Dia masih pakai helm," ujar Kardiman.

Kardiman mengatakan Fahrudin bertugas bersama rekannya, Safardi. Namun Safardi selamat. "Dia sedang dimintai keterangan polisi. Dia shock," kata Safardi.

Jenazah Fahrudin telah dimasukkan ke dalam kantong mayat warna oranye dan dibawa ke lantai dasar oleh petugas identifikasi Polres Metro Jakarta Pusat.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%