detikcom
Rabu, 26/10/2011 12:56 WIB

ICW: Proyek e-KTP Sebaiknya Dibatalkan atau Ditender Ulang

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Pelaksanaan proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri dianggap penuh masalah. ICW mengusulkan agar proyek tersebut dibatalkan atau dilakukan tender ulang.

"Saya nggak tahu apakah ini masih bisa dibatalkan, atau minimal ditender ulang," kata Koordinator ICW Danang Widoyoko saat jumpa pers di kantornya, Jl Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2011).

Hadir dalam jumpa pers peneliti ICW lainnya Tama S Langkun dan dua mantan pejabat Kemendagri yang aktif dalam bidang kependudukan yakni, Mudjiono dan Pardede.

Danang membeberkan sejumlah masalah dalam proyek bernilai Rp 5 triliun tersebut mulai dari tahap perencanaan, uji coba, bahkan hingga pelaksanaan tender terlihat ada penyimpangan.

"Kalau dananya sudah dikucurkan, nanti Mendagri keputusannya rawan digugat. Saya nggak tahu kenapa buru-buru ingin mencairkan proyek itu. Pasti ini akan jadi temuan BPK. Sebaiknya diselesaikan dulu masalah hukumnya," beber Danang.

Tama S Langkun menambahkan, dalam tahap perencanaan saja proyek tersebut sudah tidak efektif. Sebagai contoh, data penduduk di yang sudah dibangun baik di Kabupaten Jembrana, Bali, dan Jakarta, kini terancam hilang akibat proyek e-KTP.

Tidak hanya itu, ada kasus yang masih disidik di Kejaksaan Agung terkait pelaksanaan proyek uji petik e-KTP. Sedikitnya ada 4 tersangka yang sudah dijerat.

"Tapi sudah setahun lebih belum ada kejelasan dari jaksa agung soal kasus itu. Katanya terkendala soal kerugian negara," paparnya.

Sementara untuk masalah tender, Tama menyoroti terjadinya post bidding atau penambahan persyaratan saat proses tersebut. Padahal seharusnya itu tidak dilakukan.

"Anehnya lagi, mereka sudah tandatangan kontrak pada 1 Juli 2011, tapi masi menerima sanggah banding pada 5 Juli 2011. Seharusnya kalau menerima sanggah banding, kontrak itu berhenti. Ini bisa jadi bahan bagi KPPU untuk masuk apakah ada persaingan usaha di dalamnya," terang Tama.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/aan)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%