detikcom

Selasa, 25/10/2011 19:28 WIB

Agus Condro Bebas Bersyarat

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Terpidana suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Agus Condro, mendapat 'hadiah' bebas bersyarat dari Kementerian Hukum dan HAM. Agus dinilai berperilaku baik selama menjalani masa tahanan.

"Selama menjalani pidana tersebut, yang bersangkutan menunjukkan perilaku yang baik dan belum pernah melakukan tindakan yang melanggar tata tertib Rumah Tahanan Negara," ujar Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (25/10/2011).

Denny mengatakan Agus Condro mendapatkan Pembebasan Bersyarat pertanggal 25 Oktober 2011. Pembebasan bersyarat ini didasarkan pada surat usulan yang disampaikan Kepala Rutan Batang kepada Menteri Hukum dan HAM melalui Kepala Kantor Wilayah karena yang bersangkutan telah memenuhi semua persyaratan.

"Baik persyaratan substantif maupun administratif," jelasnya.

Dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, lanjut Denny, pemerintah akan memberikan dukungan dan perlindungan terhadap siapapun yang telah memberi kontribusi sekecil apapun dalam upaya pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, dalam kasus Agus Condro Prayitno ini pemerintah memberikan apresiasi terhadap yang bersangkutan karena telah menjadi whistle blower sekaligus sebagai justice collaborator (pelaku yang bekerjasama) dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Hal ini juga ditegaskan dalam Inpres nomor 9 tahun 2011 tentang Percepatan pemberantasan tindak pidana korupsi yang mencantumkan tentang pemberian insentif berupa remisi atau kemudahan pemberian hak-hak yang lain antara lain pembebasan bersyarat," paparnya.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap para peniup peluit (whistle blower), dalam kasus ini berkaitan dengan Agus Condro Prayitno, Pemerintah akan memberikan beberapa 'perlakuan khusus' yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perlakuan khusus terhadap justice collaborator yang telah diberikan kepada Agus Condro antara lain berupa, pertama, memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memilih tempat dilaksanakannya pidana yaitu mendekatkan yang bersangkutan kepada keluarganya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%