Selasa, 25/10/2011 06:33 WIB

Kecolongan Paspampres, Mulai Laptop Hilang Hingga Onthel Nyelonong

Anwar Khumaini - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Lagi-lagi Paspampres kecolongan. Kali ini kejadian memalukan tersebut berlangsung saat seorang kakek tukang kebun, Nyoman Minta (60) tanpa sadar mendekati podium yang dipakai oleh Presiden SBY di acara ASEAN Fair Bali. Karena dianggap mengganggu, pria bersepeda onthel tersebut langsung diamankan Paspampres.

Kejadian yang cukup menghebohkan ini berlangsung saat pembukaan ASEAN Fair di kompleks Bali Tourism Development Corporation (BTDC), Nusa Dua, Bali, Senin (25/10/2011) kemarin. Saat itu, Presiden SBY baru saja membuka acara dan sedang menyaksikan acara akrobatik pesawat.

Peristiwa kecolongan Paspampres tak cuma kali ini saja. Sebelumnya, beberapa peristiwa kecolongan juga terjadi. Mulai dari yang sifatnya ringan, hingga yang mengancam kedaulatan negara.

Masih ingat pada pertengahan Maret 2006 lalu? Istana dibikin malu dengan peristiwa hilangnya dua laptop dan sejumlah uang. 2 Laptop milik staf mantan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, serta sejumlah uang milik Sesmil Mayjen TNI Bambang Sutedja raib entah kemana.

Istana pun langsung melakukan investigasi. Beberapa petugas cleaning service pun diperiksa terkait kasus hilangnya 2 laptop dan sejumlah uang tersebut. Upaya pemeriksaan yang dilakukan berhasil. Akhirnya maling yang beroperasi di Istana Kepresidenan terungkap. Setelah melalui penyelidikan panjang, aparat Polsek Gambir berhasil mengungkap kasus pencurian sejumlah uang milik Sesmil dan laptop milik staf Jubir Presiden.

Adalah Muhammad Zulfikar, anak seorang pegawai Istana Kepresidenan yang diduga menjadi pelaku raibnya uang milik Sesmil Mayjen Bambang Sutedjo. Zulfikar pun sempat mendekam di tahanan Polsek Gambir. "Ya. Sudah ditangkap dan sekarang tersangka ditahan di Polsek Gambir," kata Kasatserse Polres Jakarta Pusat Kompol Prasetyo melalui sambungan telepon pada detikcom, Rabu (22/3/2006) silam.

Setelah terjadinya kasus pencurian ini, sertijab Danpaspampres pun dilakukan. Namun pergantian jabatan di pucuk pimpinan Paspampres tersebut tidak terkait dengan hilangnya dua laptop beserta sejumlah uang.Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(anw/Ari)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%