Selasa, 25/10/2011 03:17 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda Diharapkan Berlangsung Damai

Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Aktivis mahasiswa dan gerakan pemuda menyatakan akan menggelar demo besar-besaran pada momen peringatan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang. Demo tersebut dinilai banyak pihak berpotensi merugikan masyarakat seperti kemacetan dan ketidaknyamanan beraktifitas hingga sikap anarkis.

Menanggapi sinyalemen tersebut, kandidat kuat Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Taufan Eko Nugroho meminta para pemuda tetap menjaga aksi dalam kondisi yang kondusif.

"Saya mendengar informasi itu. Saya berharap para pemuda Indonesia bisa tampil menyuarakan suaranya dengan intelektual yang tinggi bukan dengan cara yang anarkhis. Karena apapun nanti hasilnya akan berdampak kepada citra bangsa di mata dunia internasional," kata Taufan.

Dia menambahkan, demontrasi yang didorong oleh ketidakpuasan kinerja pemerintahan SBY dinilai akan kontraproduktif bagi masyarakat sendiri. Karenanya, dia meminta masyarakat memberikan Presiden SBY menyelesaikan tugasnya dalam 3 tahun waktu yang tersisa.

"Saya rasa Pak SBY akan bekerja secara maksimal di akhir masa kerjanya. Untuk itu saya berharap agar para pemuda Indonesia untuk memberikan waktu kepada SBY dalam menyelesaikan kinerjanya," ujarnya.

Sebelumnya, Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis survei soal pemerintah SBY. Hasilnya, 55,5 persen masih percaya kalau presiden bisa menyelesaikan masalahnya. Sedangkan 50,4 persen merasa kecewa dan tidak percaya.

Penyebab menurunnya popularitas SBY karena banyaknya kasus-kasus yang menyita publik seperti hukum pancung TKI dan korupsi wisma atlet. Juga soal kasus Century yang menghasilkan 73,1 persen responden menganggap SBY-Boediono tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut.

"Biarkan saja hasil survei tersebut memberikan penilaian yang demikian. Tapi coba kita lihat bagaimana kenyataan yang di lapangan. Rakyat Indonesia saat ini mungkin saja tidak percaya dengan survei tersebut," ucap menantu Aburizal Bakrie ini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(Ari/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%