detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:40 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 25/10/2011 03:17 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda Diharapkan Berlangsung Damai

Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Aktivis mahasiswa dan gerakan pemuda menyatakan akan menggelar demo besar-besaran pada momen peringatan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang. Demo tersebut dinilai banyak pihak berpotensi merugikan masyarakat seperti kemacetan dan ketidaknyamanan beraktifitas hingga sikap anarkis.

Menanggapi sinyalemen tersebut, kandidat kuat Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Taufan Eko Nugroho meminta para pemuda tetap menjaga aksi dalam kondisi yang kondusif.

"Saya mendengar informasi itu. Saya berharap para pemuda Indonesia bisa tampil menyuarakan suaranya dengan intelektual yang tinggi bukan dengan cara yang anarkhis. Karena apapun nanti hasilnya akan berdampak kepada citra bangsa di mata dunia internasional," kata Taufan.

Dia menambahkan, demontrasi yang didorong oleh ketidakpuasan kinerja pemerintahan SBY dinilai akan kontraproduktif bagi masyarakat sendiri. Karenanya, dia meminta masyarakat memberikan Presiden SBY menyelesaikan tugasnya dalam 3 tahun waktu yang tersisa.

"Saya rasa Pak SBY akan bekerja secara maksimal di akhir masa kerjanya. Untuk itu saya berharap agar para pemuda Indonesia untuk memberikan waktu kepada SBY dalam menyelesaikan kinerjanya," ujarnya.

Sebelumnya, Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis survei soal pemerintah SBY. Hasilnya, 55,5 persen masih percaya kalau presiden bisa menyelesaikan masalahnya. Sedangkan 50,4 persen merasa kecewa dan tidak percaya.

Penyebab menurunnya popularitas SBY karena banyaknya kasus-kasus yang menyita publik seperti hukum pancung TKI dan korupsi wisma atlet. Juga soal kasus Century yang menghasilkan 73,1 persen responden menganggap SBY-Boediono tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut.

"Biarkan saja hasil survei tersebut memberikan penilaian yang demikian. Tapi coba kita lihat bagaimana kenyataan yang di lapangan. Rakyat Indonesia saat ini mungkin saja tidak percaya dengan survei tersebut," ucap menantu Aburizal Bakrie ini.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(Ari/anw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close