detikcom
Senin, 24/10/2011 12:03 WIB

UU Pemilu Panaskan Dinamika Politik Menuju Pemilu 2014

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - UU Pemilu mulai dibahas Pansus DPR. Pasca UU Pemilu disahkan, tentu dinamika politik akan kian panas. Semua Parpol mengejar target di Pemilu 2014.

"Masa tiga tahun ini adalah singkat sekali karena secara efektif pada tahun 2013 paling tidak pasca diputuskannya UU Pemilu nantinya semua parpol secara natural sudah saatnya melakukan ijtihad politik dan istikhoroh. Artinya itu satu hal yang harus kita sadari betul bisa seluruh kemungkinan terjadi," ujar Sekjen PAN, Taufik Kurniawan, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/10/2011).

Menurut Taufik hal tersebut sangat logis. Partai koalisi maupun oposisi pasti akan bertarung di Pemilu 2014.

"Ini hal yang logis pasca UU Pemilu bagi parpol dimana pun itu koalisi maupun oposisi. Pasca UU Pemilu tentu memulai ijtihad politik untuk 2014," tuturnya.

Namun PAN menegaskan tetap akan menjaga komitmen koalisi. "Paling tidak selama yang sekarang sampai Pemilu 2014 itu adalah komitmen PAN untuk koalisi besar memberikan torehan tinta emas dalam momentum pembangunan di era SBY-Boediono," lanjut Wakil Ketua DPR ini.

Meski partai koalisi lain bisa berbeda. Semua tergantung komunikasi antar partai koalisi.

"Apakah koalisi bersama atau tidak kita tidak tahu, yang penting koalisi ini berhasil dengan komunikasi yang lebih kuat. Tidak ada lagi rapat basa-basi politik, kerjanya kerja nyata. Dinamika politik sangat tinggi sekali menjelang 2014 sangat menarik karena terjadi pergantian kepemimpinan bangsa," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/rdf)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
MustRead close