detikcom

Sabtu, 22/10/2011 14:52 WIB

Foto di dalam Kardus TV Dicuri Rahmat Untuk Mengelabui Polisi

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - 3 Lembar pas foto yang ditemukan di dalam kardus tempat mayat Hertati (35) dibuang ternyata akal-akalan Rahmat Awifi (26) untuk mengelabui polisi. Foto-foto itu didapat Rahmat dengan mencuri dari rumah Pak RT.

"Foto itu hanya untuk pengalihan dia saja, agar polisi mengejarnya ke situ," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika saat dihubungi wartawan, Sabtu (22/10/2011).

Helmy mengatakan, Rahmat sendiri sudah lama merencanakan pembunuhan terhadap Hertati.

Sementara itu, sumber detikcom di kepolisian mengatakan, dalam rangkaian perencanaan pembunuhan tersebut, Rahmat sengaja mencari barang untuk pengalihan aksi bejatnya.

"Jadi foto itu diambil tersangka di rumah Pak RT pacarnya, IN di kawasan Kampung Dukuh, Jakarta Timur," kata sumber tersebut.

Tersangka secara tidak sengaja mengambil 3 foto tersebut saat ia tengah mendatangi rumah Pak RT di kawasan Kampung Dukuh, Jakarta Timur untuk mengurus surat-surat nikahnya dengan IN. Foto tersebut diambilnya sepekan sebelum ia mengeksekusi kedua korban.

Polisi sempat menduga kalau foto tersebut adalah pelajar, mengingat baju kemeja yang dikenakan pria berambut cepak itu mirip seragam sekolah.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/gus)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%