Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 22/10/2011 06:14 WIB

3 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Jakarta, Dini Hari Ini

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - 3 Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Jakarta, Sabtu dini hari ini. Satu orang pemotor tewas dalam kecelakaan di dekat RS Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Kecelakaan Pemotor Suzuki B 3027 TDB di dekat RS Duren Sawit, korban meninggal. Peristiwa sekitar pukul 02.24 WIB," demikian informasi dari TMC Polda Metro Jaya, Sabtu (22/10/2011).

Kecelakaan kedua terjadi antara Mitsubishi Galant dan Sedan Mercy di Tol Dukuh yang mengarah ke Taman Mini, Jakarta Timur. Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Sedan Mercy terbakar dalam kecelakaan ini.

"Kecelakaan Mitsubishi Galant B 8792 GJ dan Sedan Mercy B 1 ERZ (terbakar) di KM 6 Tol Dukuh (arah ke Taman mini), korban 1 luka-luka," tulis TMC.

Sementara itu sebuah mobil box terbalik di dekat lampu merah Halim, Jakarta Timur. Polisi masih menangani kejadian ini. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rdf/nvc)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%