detikcom
Jumat, 21/10/2011 08:06 WIB

Kurangi Jatah Menteri, SBY Usir PKS Secara Halus

Suci Dian Firani - detikNews
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus rela kehilangan satu kursi di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II pasca reshuffle. Langkah Presiden SBY tersebut dinilai sebagai cara halus untuk mengusir PKS dari koalisi.

"Ini sebenarnya tantangan SBY terhadap PKS karena sikapnya sering bersebrangan. SBY sengaja melakukannya, seperti mengusir secara halus," kata pengamat politik UI, Iberamsjah, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/10/2011) malam.

Namun, menurut Iberamsjah, sebenarnya PKS tidak sungguh-sungguh dengan ancamannya keluar koalisi. PKS masih merasa sayang kehilangan jatah 3 kursi menteri yang dimilikinya saat ini.

"Saya rasa tidak jadi (keluar koalisi), itu hanya gertakan dan omong kosong. Karena mereka merasa sayang juga kan jatah 3 menteri yang dimilikinya sekarang," tuturnya.

Jika memang tidak puas dengan hasil reshuffle, lanjut Iberamsjah, seharusnya PKS konsekuen dengan ucapannya. Hal ini agar menunjukkan bahwa PKS adalah partai yang bermartabat.

"Seharusnya oposisi saja. Kalau merasa tidak puas, ya bertindak dong," kritiknya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(lrn/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%