Jumat, 21/10/2011 08:06 WIB

Kurangi Jatah Menteri, SBY Usir PKS Secara Halus

Suci Dian Firani - detikNews
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus rela kehilangan satu kursi di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II pasca reshuffle. Langkah Presiden SBY tersebut dinilai sebagai cara halus untuk mengusir PKS dari koalisi.

"Ini sebenarnya tantangan SBY terhadap PKS karena sikapnya sering bersebrangan. SBY sengaja melakukannya, seperti mengusir secara halus," kata pengamat politik UI, Iberamsjah, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/10/2011) malam.

Namun, menurut Iberamsjah, sebenarnya PKS tidak sungguh-sungguh dengan ancamannya keluar koalisi. PKS masih merasa sayang kehilangan jatah 3 kursi menteri yang dimilikinya saat ini.

"Saya rasa tidak jadi (keluar koalisi), itu hanya gertakan dan omong kosong. Karena mereka merasa sayang juga kan jatah 3 menteri yang dimilikinya sekarang," tuturnya.

Jika memang tidak puas dengan hasil reshuffle, lanjut Iberamsjah, seharusnya PKS konsekuen dengan ucapannya. Hal ini agar menunjukkan bahwa PKS adalah partai yang bermartabat.

"Seharusnya oposisi saja. Kalau merasa tidak puas, ya bertindak dong," kritiknya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(lrn/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%