detikcom
Kamis, 20/10/2011 14:15 WIB

Kapolri Mutasi Ratusan Kapolres Se-Indonesia

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kapolri Jenderal Timur Pradopo memutasi ratusan perwira menengah yang menduduki jabatan strategis. Pucuk pimpinan di Polres-Polres jajaran Polri juga turut diganti.

Seperti tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) bernomor ST/2044-2051/X/2011, Rabu, 19 Oktober 2011 ada ratusan Kepala Kepolisian Resor yang diganti mulai dari Kapolres di wilayah Polda Sumatera Utara hingga Polda Kalimantan Selatan.

Berikut sejumlah Kapolres yang dimutasi Kapolri Jenderal Timur Pradopo:

Polda Sumatera Utara:
1. Kapolres Tanjung Balai AKBP Puja Laksana digeser oleh AKBP Edward P Sirait
2. Kapolres Samosir AKBP Edward P Sirait diganti oleh AKBP Donny Sabari Halamoan Damanik.

Polda Sumatera Barat:
1. Kapolres Pariaman AKBP Heri Maryadi diganti oleh AKBP Bondan Witjaksono
2. Kapolres Rokan Hilir AKBP Bambang Sudarmaji digantikan AKBP Auliansyah Lubis

Polda Sumatera Selatan:
1. Kapolres OKU, AKBP Budi Indra Dermawan digantikan oleh AKBP Azis Saputra.
2. Kapolres OKU Selatan AKBP Azis Saputra digantikan oleh AKBP Mohamad Aris.

Polda Lampung:
1. Kapolresta Bandar Lampung Kombes Guntor Fartio Gaffar diganti oleh AKBP Muhamad Nurochman.
2. Kapolres Lampung Tengah AKBP Budi Wibowo digeser oleh AKBP Heri SetyawanNext

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/ken)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%
MustRead close