detikcom
Selasa, 18/10/2011 15:37 WIB

Royal Wedding Yogya

5 Kereta Kuda Siap Antar Pengantin Keraton Yogya

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - 5 Kereta kuda siap untuk mengikuti kirab pengantin dari Keben Kraton Ngayogyakarta menuju tempat resepsi di Kepatihan.

Kelima kereta kuda itu adalah kereta Kyai Kus Ijem, Kyai Jong Wiyat, Kyai Roto Biru, Kyai Kus Cemeng dan Kyai Permili. Kyai Kus Ijem yang berada di urutan pertama akan dinaiki utusan dalem atau duta yang mendapatkan perintah Sultan untuk mengawal dan mengantar pengantin.

Kereta kedua adalah kereta pengantin yakni Kyai Jong Wiyat yang akan dinaiki pengantin KPH Yudanegara dan GKR Bendara. Kereta ketiga adalah Kyai Roto Biru (Landower Surabaya) akan dinaiki kerabat. Kereta keempat adalah Kyai Kus Cemeng untuk keluarga KPH Yudanegara.Terakhir kereta Kyai Permili yang akan dinaiki orang penari bedhaya yang akan menarikan tarian Bedhaya di Kepatihan.

Sedangkan 8 orang penari Lawung Ageng akan menaiki kuda. Sebagai sais kereta Kyai Jong Wiyat adalah abdi dalem kereta Mas Lurah Rotodiwiryo. Kyai Jong Wiyat nanti akan ditarik 4 empat kuda.

Saat ini kedua mempelai setelah mengikuti prosesi dhahar klimah atau makan bersama dan tampa kaya, keduanya beristirahat di Gedhong Kesatriyan sebelum mengikuti prosei kirab.

Lima buah kereta saat ini sudah disiapkan di Regol Keben. Dua bregada prajurit siap mengawal rombongan pengantin yang mengikuti kirab. Rute yang akan ditempuh dari Keben melewati Jl Rotowijayan, Jl Pekapalan depan masjid besar Kauman, gerbang Pangurakan atau jl Trikora, simpang empat Kantor Pos Besar, Jl Ahmad Yani ke utara hingga Jl Malioboro. Rombongan kirab masuk Kepatihan lewat pintu depan.

Saat ini warga Yogyakarta sudah banyak yang berkumpul d sekitar Alun Alun Utara, simpang Empat Kantor Pos Besar Yogyakarta dan sekitar Jl Rotowijayan dekat Keben Kraton. Petugas kepolisian saat ini juga sudah mulai menutup beberapa akses jalan menuju kawasan Malioboro.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bgs/gun)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%